kalselbabusalam.com  JAKARTA. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk menggelar penambahan modal melalui rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III. 

Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026.

Langkah korporasi ini menjadi penanda jelas: Win&Co mulai masuk fase ekspansi agresif setelah proses pembenahan operasional sepanjang 2025 mulai membuahkan hasil.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana menerbitkan hingga 10,67 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. 

COCO Kantongi Restu Right Issue, Siapkan Terbitkan 10,67 Miliar Saham Baru

Saham tersebut memiliki hak yang sama dengan saham lama. Tak hanya itu, Win&Co juga menyiapkan penerbitan waran hingga maksimal 35% dari total saham beredar, yang berpotensi menambah daya tarik bagi investor sekaligus memperkuat struktur permodalan.

Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menegaskan bahwa restu pemegang saham ini menjadi pijakan penting untuk mempercepat ekspansi. 

“Ini menjadi momentum bagi Perseroan untuk masuk ke fase pertumbuhan berikutnya secara lebih agresif dan terukur,” ujarnya dalam siaran pers, Senin 920/4/2026).

Keputusan right issue ini bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, kinerja Win&Co mulai menunjukkan pemulihan yang signifikan, terutama di kuartal IV-2025. Penjualan tercatat melonjak sekitar 40% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Lonjakan ini ditopang oleh penguatan segmen business-to-business (B2B), khususnya pada bisnis kakao olahan dan bahan baku. Di saat yang sama, lini produk ritel juga mulai memberikan kontribusi lebih besar, seiring inovasi produk berbasis cokelat dan kerja sama strategis yang mulai berjalan efektif.

Artinya, transformasi yang dilakukan perusahaan tidak sekadar kosmetik, tetapi mulai berdampak langsung ke kinerja operasional.

Ramai-Ramai Emiten Cari Modal Tambahan Lewat Rights Issue, Ini Keunggulannya

Win&Co juga berada di sektor yang sedang bertumbuh. Industri kakao dan cokelat global diproyeksikan mencatat pertumbuhan tahunan sekitar 4,9% hingga 2034. Sementara di dalam negeri, pasar bahan baku kakao diperkirakan tumbuh sekitar 6% hingga 2031.

Pendorongnya cukup jelas: konsumsi produk cokelat yang terus meningkat, ekspansi industri makanan dan minuman, hingga tren premiumisasi produk. Indonesia sendiri sudah mengukuhkan posisi sebagai salah satu pemain utama global dengan status produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia.

Kombinasi antara momentum internal dan prospek industri ini membuat Win&Co percaya diri memperbesar langkah.

Melalui tambahan modal ini, Win&Co berencana mempercepat ekspansi di tiga lini utama: penguatan bisnis kakao olahan dan bahan baku, pengembangan produk konsumen, serta peluang akuisisi strategis.

Strategi ini diarahkan untuk memperluas portofolio usaha sekaligus meningkatkan skala bisnis. Dalam jangka panjang, perusahaan membidik posisi yang lebih kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.

Royaltama Mulia Kontraktindo (RMKO) Incar Dana Rp 159,9 Miliar dari Rights Issue

Dengan struktur permodalan yang lebih solid dan tren kinerja yang mulai membaik, rights issue ini bukan sekadar aksi penggalangan dana, tetapi menjadi kunci bagi Win&Co untuk mengakselerasi pertumbuhan dan bersaing lebih agresif di industri kakao.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.