BANJARMASINKALSELBABUSALAM.COM

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan membidik penguatan fondasi kompetisi olahraga lokal yang kerap terganjal minimnya pengadil lapangan bersertifikat. Melalui Bidang Prestasi Olahraga, Dispora menjadwalkan pelatihan intensif bagi wasit dan juri pada Juni 2026 ini demi menggenjot mutu tenaga keolahragaan di Banua.

Langkah ini diambil setelah Dispora mengidentifikasi adanya ketimpangan kualitas dan kuantitas pengadil di sejumlah cabang olahraga (cabor). Banyak cabor di Kalsel dinilai belum mengoptimalkan atau bahkan kekurangan figur wasit dan juri yang mengantongi lisensi resmi.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Zulhaidir, menegaskan bahwa sebelum peluit pelatihan ditiup, pihaknya akan menyisir dan memverifikasi cabor-cabor yang paling krusial membutuhkan suntikan kapasitas.

“Tujuannya untuk peningkatan mutu tenaga keolahragaan. Cabang olahraga yang belum memiliki atau belum mengoptimalkan wasit dan juri akan kami verifikasi terlebih dahulu, kemudian kami fasilitasi pelatihannya dengan menghadirkan narasumber dari nasional,” ujar Zulhaidir, Rabu (10/6/2026).

Demi menyuntikkan standar kompetisi kelas tinggi, Dispora Kalsel tidak main-main. Sebanyak empat narasumber nasional yang memiliki rekam jejak dan kompetensi mumpuni di bidang perwasitan serta penjurian olahraga dipastikan bakal dihadirkan.

Sementara itu, porsi keterlibatan mentor lokal sejauh ini masih digodok. Dispora masih menghitung urgensi efektivitas pelatihan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

“Untuk narasumber nasional kemungkinan ada empat orang. Sedangkan dari daerah masih kami lihat lagi, apakah diperlukan atau cukup dari tingkat nasional,” kata Zulhaidir menambahkan.

Bukan tanpa alasan Dispora Kalsel memberikan perhatian khusus pada korps baju hitam ini. Zulhaidir menekankan bahwa wasit dan juri yang berkualitas merupakan hulu dari lahirnya prestasi atlet yang sehat. Faktor integritas dan ketajaman dalam memimpin laga menjadi variabel penentu yang memengaruhi psikologis atlet serta keabsahan hasil kompetisi.

Pertandingan yang dipimpin oleh pengadil profesional diyakini bakal melahirkan iklim kompetisi yang adil (fair play) dan kompetitif. Muaranya, mental bertanding atlet daerah akan terdongkrak ke level tertinggi.

“Peran wasit dan juri sangat penting karena berkaitan langsung dengan peningkatan prestasi atlet. Tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan wasit dan juri dalam pertandingan tentu berpengaruh terhadap pembinaan dan prestasi atlet,” jelasnya secara gamblang.

Melalui program terukur ini, Dispora Kalsel memproyeksikan lonjakan kuantitas dan kualitas pengadil lapangan di berbagai cabor. Output jangka panjangnya jelas: membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan dan disegani di kancah nasional.(mckalsel)