Kotabaru, Kalselbabussalam.com – Warga Desa Tanjung Samalantakan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), tengah berduka setelah musibah besar melanda mereka pada Selasa pagi (1/4) sekitar pukul 6.30 WITA. Ombak besar yang disertai angin kencang menghantam kawasan pesisir desa, mengakibatkan puluhan rumah rusak parah dan beberapa di antaranya roboh.
Hasmaini, Kepala Desa Tanjung Samalantakan, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh gelombang laut yang sangat tinggi. “Kondisi darurat, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bahaya lebih lanjut,” ungkapnya.
Cuaca ekstrem seperti ini, menurut Hasmaini, bukan hal baru bagi wilayah Tanjung Samalantakan. Namun, kejadian kali ini adalah yang terparah, dengan dampak yang meluas, termasuk hancurnya jembatan penghubung antar dusun. “Kejadian ini lebih dahsyat dari sebelumnya, puluhan rumah dan jembatan hancur akibat terjangan ombak,” tambahnya.
Pihak pemerintah desa, bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Polsek, dan Koramil setempat, kini tengah melakukan pendataan kerugian untuk diajukan kepada Dinas Sosial Kotabaru. “Kami juga mengimbau agar warga yang tinggal di pesisir laut segera mengungsi untuk menghindari potensi ombak dan angin susulan,” kata Hasmaini.
Salah seorang warga, Aminudin, menceritakan pengalamannya yang menyedihkan. “Saat kejadian, saya sedang berobat. Namun, setiba di rumah, saya mendapati rumah saya telah ambruk,” ujarnya. Aminudin yang tinggal seorang diri menyatakan bahwa ia kini terpaksa tidur di rumah yang rusak. “Saya tidak bisa mengungsi karena tidak ada rumah keluarga di sini,” tambahnya.
Sejumlah warga berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak, termasuk menyediakan hunian sementara. “Dengan cuaca yang masih tidak menentu, kami berharap ada langkah mitigasi bencana yang lebih intensif dari pemerintah,” tutup Aminudin.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru diharapkan segera mengerahkan bantuan untuk memulihkan kondisi pasca-bencana ini, baik berupa bantuan material maupun dukungan psikososial. (Ainah)










