
kalselbabusalam.com – , JAKARTA – Indeks komposit dibuka menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mayoritas saham dibuka di zona hijau, termasuk sejumlah saham big caps penopang indeks seperti BREN sampai BMRI.
Melansir IDX Mobile, IHSG tepat pukul 09.00 WIB dibuka naik 0,53% atau 37,17 poin ke 7.109. Ada 322 saham yang dibuka naik, 141 melemah dan 496 stagnan. Pasar mengawali hari dengan transaksi 2 miliar saham senilai Rp545,5 miliar.
Saham big caps yang menjadi penopang IHSG menguat di pembukaan ini antara lain adalah saham BREN yang dibuka naik 0,86% ke Rp4.690, BBRI menguat 0,98% ke Rp3.100, serta BMRI yang juga dibuka menguat 0,68% ke Rp4.460.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 29 April 2026
Kemudian, saham DSSA dibuka naik 0,28% ke Rp1.770, TLKM naik 0,35% ke Rp2.830, ASII dibuka menguat 2,49% ke Rp6.175, MORA menguat 0,60% ke Rp5.000, CUAN dibuka naik 1,56% ke Rp1.305, hingga BBNI yang dibuka menguat 1,32% ke Rp3.840.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks komposit akan kembali melemah pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, koreksi IHSG 0,48% ke 7.072 pada Selasa (28/4) diikuti dengan pembentukan histogram negatif MACD yang berlanjut dan Stochastic RSI yang memasuki area oversold. IHSG juga sempat mendekati gap down di level 7.022.
“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000 seiring dengan meningkatnya ketidakpastian dan berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah,” tulis sekuritas dalam riset harian, Rabu (29/4/2026).
Analis mengatakan bahwa investor akan menantikan hasil pertemuan the Fed dan komentar Ketua The Fed yang akan dirilis pada Rabu waktu AS. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini diantaranya data building permits, durable goods orders dan housing starts (29/4), serta indeks PCE prices dan GDP kuartal I/2026 pada Kamis (30/4).
Investor juga sedang memantau laporan keuangan kuartal I/2026 emiten serta maraknya aksi korporasi seperti dividen maupun rigts issue.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa koreksi IHSG yang diikuti net sell asing Rp1,24 triliun pada Selasa (28/4) dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait konflik Timur Tengah dan belum jelasnya proposal Iran–AS mengenai pembukaan Selat Hormuz. Kondisi ini membuat harga minyak global tetap tinggi serta memicu kekhawatiran inflasi.
Di sisi lain, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 0,75%, namun pasar cenderung wait and see menjelang keputusan suku bunga The Fed.
“Untuk Rabu (29/4), IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan menguji area gap di level psikologis 7.000. Selama mampu bertahan di atas level tersebut dan terjadi technical rebound, peluang penguatan menuju resistance 7.160 sampai 7.230 masih terbuka,” tulis sekuritas.
Sentimen utama pasar hari ini tetap berasal dari perkembangan negosiasi Iran–AS yang berdampak pada harga minyak serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











