Ringkasan Berita:

  • Donald Trump selamat dari insiden penembakan saat menghadiri jamuan makan malam di Washington DC.
  • Ia menegaskan kejadian tersebut tidak akan menghalangi langkah politiknya, termasuk sikapnya terhadap Iran.
  • Pelaku penembakan telah ditangkap dan kasus ini masih dalam penyelidikan aparat keamanan.

kalselbabusalam.com  Insiden penembakan yang mengguncang agenda publik Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia, terutama setelah Presiden Donald Trump dikabarkan berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Momen mencekam itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan yang sedang melanda pemerintahan AS.

Setelah menjalani proses evakuasi ketat oleh aparat keamanan, Donald Trump akhirnya muncul ke publik dan memberikan pernyataan resmi.

Dalam keterangannya, Donald Trump menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan membuatnya mundur atau takut dalam menjalankan agenda politiknya.

Bahkan, Trump dengan tegas menyatakan sikapnya untuk tetap fokus pada strategi dan kebijakan luar negeri yang tengah dijalankan.

Salah satu pernyataannya yang paling menyita perhatian adalah tekadnya untuk tetap “menang” dalam konflik yang melibatkan Iran.

Ia menilai bahwa tekanan maupun ancaman terhadap dirinya tidak akan mengubah arah kebijakan yang sudah direncanakan.

Pernyataan ini sontak memicu beragam reaksi, baik dari pendukung maupun pengamat politik internasional.

Di tengah situasi yang masih diselimuti investigasi, pernyataan Trump dianggap mempertegas sikap kerasnya dalam menghadapi krisis global yang sedang berlangsung.

Seperti diketahui, insiden penembakan itu diketahui terjadi ketika Trump menghadiri jamuan makan malam di Washington DC, AS pada Sabtu (25/4/2026).

Trump berhasil selamat dalam insiden penembakan saat makan malam tersebut.

Insiden itu, kata Trump, tidak akan menghalangi niatnya untuk memenangkan perang dengan Iran.

Walaupun dia mengatakan bahwa dia belum tahu pasti apakah penembakan itu berkaitan dengan perang Iran atau tidak.

“Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Terkait konflik dengan Iran, Donald Trump telah membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh para pejabat Amerika ke Pakistan.

Ini secara efektif menghentikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung dengan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia menolak perjalanan itu karena menganggap hal itu tak perlu.

Dia mengatakan kalau perjalanan 18 jam tidak sepadan mengingat apa yang ia gambarkan sebagai posisi tawar Washington yang kuat.

Ia menambahkan bahwa timnya telah bersiap untuk pergi, tetapi ia memutuskan bahwa kunjungan tersebut tidak akan produktif.

Trump berpendapat bahwa AS memegang kendali dan Teheran seharusnya mengambil inisiatif daripada mengharapkan pejabat Amerika untuk melakukan perjalanan

Kunjungan yang dibatalkan tersebut seharusnya dihadiri oleh utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang akan bertemu dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. 

Langkah ini diambil tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Kasus Penembakan

Diketahui, pelaku penembakan ini diketahui bernama Cole Thomas Allen (31), warga Torrance, California. 

Menurut sumber penegak hukum kepada CBS News, Allen diduga memiliki niat untuk menembak pejabat dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Insiden terjadi di luar ballroom Washington Hilton, lokasi berlangsungnya jamuan makan malam. 

Saat kejadian, Trump dan Ibu Negara Melania Trump berhasil dievakuasi dengan selamat, dan tidak ada tamu yang mengalami luka serius. 

Meski demikian, seorang agen Secret Service sempat terkena tembakan. 

Beruntung, ia selamat karena mengenakan rompi antipeluru. 

Sumber penegak hukum menyebutkan, pelaku melepaskan setidaknya 5-8 kali tembakan dalam insiden tersebut. 

Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, mengatakan pelaku membawa sejumlah senjata saat berusaha menerobos pos pemeriksaan keamanan. 

Senjata tersebut meliputi senapan laras panjang, pistol, serta beberapa pisau. 

Pelaku berhasil dihentikan oleh aparat dan ditangkap di lokasi kejadian. 

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.