BANJARBARU KALSELBABUSALAM.COM
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis Penyelamatan Pangan Tahun 2026 untuk memperkuat pengelolaan pangan berlebih yang masih layak konsumsi, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi.
Bimtek yang digelar di Banjarbaru, Senin (22/6/2026), menyasar kepala dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini diarahkan agar pangan yang masih memenuhi standar konsumsi dapat didata, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga tidak berakhir sebagai sampah makanan.
Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Sekretaris Dinas, Saptono, mengatakan penyelamatan pangan menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Regulasi ini menegaskan bahwa pangan berlebih yang masih layak konsumsi perlu dikelola, didata, dan dilaporkan dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal serta tidak menjadi sampah pangan yang terbuang sia-sia,” ujar Saptono.
Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan Peraturan Badan Gizi Nasional Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyelamatan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, menjelaskan bimtek dilaksanakan secara hybrid untuk menjangkau pengelola SPPG dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Sebanyak 15 peserta dari Banjarbaru dan Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan peserta dari daerah lain mengikuti materi secara daring.
“Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu dari Badan Pangan Nasional yang menyampaikan materi terkait penyiapan dan pendataan penyelamatan pangan, kemudian dari STIKES Husada Borneo, serta dari Rumah Sakit Sari Mulia,” jelasnya.
Melalui bimtek ini, peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada pengelola SPPG di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar makanan yang disiapkan dapat tersalurkan kepada penerima manfaat sesuai kebutuhan gizi, sekaligus menekan potensi pemborosan pangan.
“Harapannya pangan yang disiapkan melalui program SPPG tidak terbuang sia-sia. Dengan demikian, kita dapat melakukan penyelamatan pangan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Maulidinsyah(mckalsel/lnk).




