KalselBabusalam.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney), melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, secara agresif membuka gerbang konektivitas udara nasional dengan meluncurkan berbagai rute penerbangan baru yang akan beroperasi sepanjang tahun 2026. Inisiatif strategis ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Indonesia.

Salah satu pencapaian penting adalah dimulainya layanan maskapai T’way Air, yang kini melayani rute penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Rute vital ini telah dibuka sejak 29 April 2026, memperkuat jembatan udara antara Indonesia dan Semenanjung Korea.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, dalam keterangan tertulis yang terkonfirmasi di Tangerang pada Senin, 4 Mei 2026, menegaskan pentingnya langkah ini. “Pengembangan jaringan penerbangan ini dirancang untuk menjadikan bandara sebagai agent of development, yang berperan krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta memberikan kontribusi signifikan pada sektor pariwisata nasional,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara.

Perluasan jaringan ini tidak hanya berpusat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. InJourney Airports juga tengah gencar menambah rute di sejumlah bandar udara lain di Indonesia. Contohnya, maskapai Scoot kini menghubungkan Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung dengan Bandara Changi Singapura. Selain itu, mulai Juni 2026, akan ada rute baru yang melayani penerbangan dari Bandara Supadio Pontianak menuju Bandara Changi. Bersamaan dengan itu, Spring Airlines direncanakan memulai layanan dari Guangzhou dan Shenzhen ke Bandara Soekarno-Hatta pada Juni 2026, semakin mempererat hubungan dengan Tiongkok.

Pahlevi lebih lanjut memaparkan bahwa target ambisius InJourney dalam dua tahun ke depan adalah tidak hanya meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute-rute internasional yang sudah ada, tetapi juga secara aktif membuka rute-rute baru. “Strategi ini merupakan upaya kami untuk memposisikan Indonesia lebih kuat di pasar penerbangan global,” tambahnya.

Potensi pembukaan rute-rute baru oleh berbagai maskapai di bawah pengelolaan InJourney Airports sangat menjanjikan. Dalam waktu dekat, Centrum Air akan segera melayani penerbangan dari Taskent, Uzbekistan, menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, membuka jalur bagi wisatawan dari Asia Tengah. Tak hanya itu, Greater Bay Airlines dijadwalkan akan melaksanakan penerbangan perdananya dari Hong Kong menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

“Inisiatif-inisiatif ini menjadi landasan kuat untuk membangun konektivitas penerbangan jarak jauh (long haul) secara langsung atau direct flight dari bandara-bandara di Indonesia, memungkinkan aksesibilitas tanpa henti ke berbagai destinasi internasional,” jelas Pahlevi.

Sebagai indikator nyata dari dinamika pertumbuhan ini, periode Januari hingga April 2026 telah mencatat pengoperasian 53 rute penerbangan baru di berbagai bandara InJourney. Jumlah ini mencakup rute yang belum pernah beroperasi sebelumnya serta penambahan layanan pada rute eksisting, menandai peningkatan yang signifikan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 46 rute penerbangan baru.

Sebuah contoh konkret dari rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya adalah penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Naha Tahuna, yang kini telah dilayani oleh Wings Air sejak Mei 2026. Ini menunjukkan komitmen InJourney untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil dengan pusat-pusat regional dan internasional.

Pilihan Editor: Pola Konsumsi yang Berubah Setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.