
BANJARMASIN — KALSELBABUSALAM.COM
Memasuki hari ke-4 Ramadhan 1447 hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan meningkatkan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting). Pemantauan dilakukan di Lotte Mart Banjarmasin pada Minggu pagi, 22 Februari 2026, guna memastikan stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin AKP Krismandra N.W., didampingi Iptu Andreas Oktanda dan sejumlah personel Satgas Pangan. Pengawasan difokuskan pada kesesuaian harga dengan ketentuan pemerintah serta ketersediaan stok di tingkat ritel modern.
Hasil pengecekan menunjukkan harga beras premium berada di angka Rp15.400 per kilogram, masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, stok terpantau menurun akibat keterlambatan pengiriman dari pemasok.
Sejumlah komoditas tercatat melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP). Cabai keriting dijual Rp72.900 per kilogram, sedangkan bawang merah mencapai Rp71.900 per kilogram. Meski demikian, ketersediaan kedua komoditas tersebut masih dalam kondisi aman.
Sebaliknya, bawang putih dijual Rp39.000 per kilogram sesuai HAP dengan stok mencukupi.
Telur ayam ras dijual Rp29.800 per kilogram dan masih sesuai HET. Daging ayam ras justru berada di bawah HAP, yakni Rp38.000 per kilogram, dengan pasokan yang aman.
Untuk daging sapi, harga tercatat Rp130.000 per kilogram sesuai HAP. Namun, pihak ritel mengonfirmasi bahwa produk daging sapi beku tidak lagi tersedia.
Sementara itu, gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram sesuai HAP dan stok dalam kondisi aman.
AKP Krismandra menegaskan pemantauan akan dilakukan secara rutin setiap hari selama periode Ramadhan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Kami mengimbau pelaku usaha tidak menimbun barang dan mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Masyarakat juga diharapkan berbelanja secara bijak dan tidak panik,” ujarnya.
Pengawasan intensif ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga bapokting di Banjarmasin dan sekitarnya, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar di tengah meningkatnya permintaan musiman.











