MARABAHAN – KALSELBABUSALAM.COM
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Barito Kuala (Batola) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini dipandang bukan sekadar pembagian pangan, melainkan strategi fundamental untuk memutus rantai stunting dan membangun daya saing masyarakat di Bumi Ije Jela.

Ketua FKUB Batola, Drs. KH. Iswaldi, MAP, menegaskan bahwa urgensi program ini terletak pada transformasi paradigma masyarakat mengenai gizi seimbang. Menurutnya, intervensi gizi adalah langkah konkret dalam menjawab tantangan kesehatan di daerah.

“Kami mendukung penuh program ini. Ini adalah langkah nyata untuk memerangi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Batola,” ujar Iswaldi saat memberikan keterangan resmi.

Ia menambahkan bahwa program MBG adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang mampu berkompetisi di masa depan. “Program ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing,” lanjutnya.

Menyadari kompleksitas implementasi di lapangan, Iswaldi menekankan bahwa kesuksesan program ini mustahil tercapai tanpa adanya kerja sama kolektif. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya, hingga tokoh lintas agama.

FKUB menyatakan kesiapannya untuk berada di barisan terdepan dalam melakukan edukasi kepada akar rumput. “Kami berharap semua pihak dapat bersinergi. FKUB siap menjadi mitra pemerintah dalam sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat,” tegasnya.

Secara khusus, Iswaldi memberikan pesan kepada para orang tua di Kabupaten Batola untuk merespons program ini dengan proaktif demi kualitas hidup anak-anak mereka.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk memanfaatkan program ini dengan baik. Mari kita bersama-sama memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup agar mereka bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ajaknya.

Sebagai penutup, Iswaldi optimis bahwa pemenuhan gizi yang terjamin akan menjadi modal sosial yang besar bagi daerah. “Kami percaya bahwa dengan gizi yang baik, generasi muda Batola akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, dan berprestasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Batola khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.