
BANJARMASIN – KALSELBABUSALAM.COM Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan bergerak cepat memastikan stabilitas perut masyarakat di awal Ramadhan 1447 Hijriah. Tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kalindo Banjarmasin pada Rabu pagi, 25 Februari 2026, guna memutus rantai potensi permainan harga dan penimbunan komoditas pokok.
Dipimpin oleh AKP Sufian Noor, S.E., M.M., personel Satgas menyisir lorong-lorong pasar untuk mengecek langsung ketersediaan stok, labelisasi harga, hingga kualitas Bahan Pokok Penting (Bapokting). Langkah preventif ini diambil mengingat lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya menjadi celah bagi oknum nakal untuk mempermainkan harga.
Fokus utama sidak kali ini adalah memastikan harga di tingkat pedagang tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa harga bapokting benar-benar tersedia dan dijual sesuai HET di pasaran. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi daya beli masyarakat dan menciptakan kondisi pasar yang kondusif selama Ramadhan,” ujar AKP Sufian Noor di sela-sela pemantauan.
Tak hanya sekadar mengecek angka, AKP Sufian Noor yang didampingi oleh AKP Widodo Saputro dan tim ahli lainnya, juga melakukan edukasi langsung kepada para pedagang. Mereka memberikan sosialisasi mengenai etika usaha guna mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen.
Selain aspek pengawasan, kehadiran personel kepolisian di tengah pasar dimaksudkan sebagai deterrent effect atau efek getar bagi para spekulan yang mencoba mencari keuntungan tidak wajar di tengah bulan suci.
“Kami apresiasi para pedagang yang sudah kooperatif. Kerjasama semua pihak sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan,” tambah Sufian.
Satgas Pangan Polda Kalsel menegaskan bahwa Pasar Kalindo hanyalah titik awal. Pengawasan rutin dan operasi serupa akan diperluas ke berbagai pasar tradisional maupun ritel modern di seluruh wilayah Kalimantan Selatan sepanjang periode Ramadhan.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga Banua dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang tetap terjangkau dan kualitas yang terjaga.










