
BANJARBARU – KALSELBABUSALAM.COM
Momentum Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah menjadi panggung sinergi bagi Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel). Tidak sekadar seremoni keagamaan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan memanfaatkan peringatan ini untuk mempererat ikatan sosial dengan menyantuni puluhan anak yatim sekaligus memperkuat infrastruktur kedinasan.
Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Bhara Daksa, Banjarbaru, Kamis sore (26/2/2026), ini dihadiri oleh penceramah kondang Ustadz Dr. H. Das’ad Latief serta jajaran Forkopimda, tokoh lintas elemen, dan pimpinan organisasi media.
Dalam narasinya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi moral dalam setiap tindakan personel kepolisian, terutama dalam menjalankan fungsi perlindungan dan pengayoman.
“Momen Nuzulul Qur’an ini mari kita jadikan sebagai pengingat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an hendaknya kita aplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kapolda.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, menambahkan bahwa pesan Kapolda menitikberatkan pada implementasi nyata Al-Qur’an dalam tugas sehari-hari, bukan sekadar hafalan atau rutinitas tahunan.
Selain aspek spiritual, acara ini juga menandai babak baru bagi fasilitas Mapolda Kalsel. Kapolda meresmikan hasil renovasi Auditorium Bhara Daksa dan Rumah Dinas Kapolda di Banjarbaru melalui penandatanganan prasasti.
“Dengan renovasi ini, diharapkan Auditorium Bhara Daksa dapat lebih representatif untuk menunjang berbagai kegiatan, baik kedinasan maupun kemasyarakatan. Ini semua demi optimalnya pelayanan kita,” tambah Irjen Pol Rosyanto.
Kapolda juga memberikan porsi khusus bagi insan pers yang hadir. Ia menyebut media sebagai “mitra strategis” yang vital dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya peran media. Melalui media, informasi Kamtibmas dan pesan-pesan persuasif dapat tersampaikan dengan baik. Sinergi yang solid ini sangat kita butuhkan untuk menciptakan situasi Kalimantan Selatan yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Puncak acara ditutup dengan pemberian tali asih secara simbolis kepada perwakilan anak yatim oleh Kapolda Kalsel beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran para tokoh masyarakat di akhir acara diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang solid untuk menjaga kondusivitas wilayah hukum Kalimantan Selatan, khususnya selama sisa bulan suci Ramadan.











