BANJARBARU – KALSELBABUSALAM.COM
Menjelang waktu berbuka, kawasan Kilometer 21, tepat di depan Mako Ditlantas Polda Kalimantan Selatan, mendadak riuh oleh antrean tertib para pengemudi ojek online (ojol) dan pengendara lintas kabupaten. Bukan karena razia, melainkan gerak kolaborasi antara kepolisian, Bhayangkari, dan elemen mahasiswa yang membagikan 1.000 paket takjil pada akhir pekan ini.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan ini tidak sekadar menjadi aksi bagi-bagi kudapan gratis. Di balik seribu paket tersebut, terselip pesan sinergi: hidangan yang dibagikan merupakan hasil bumi lokal dari Green House Bhayangkari Kalsel yang diolah khusus oleh personel Satbrimob di dapur lapangan.

Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Alfis Suhaili, yang mewakili Kapolda, menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk meruntuhkan sekat antara aparat keamanan, kaum intelektual muda, dan pekerja sektor transportasi.

“Pembagian takjil ini ditujukan khususnya kepada pengemudi ojol dan pengendara di sekitar Km 21. Selain berbagi, agenda hari ini juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama mahasiswa dan rekan-rekan ojol untuk membangun hubungan yang positif,” ujar Kombes Pol Alfis Suhaili.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat social bonding di tengah bulan suci Ramadhan. Kehadiran mahasiswa dari berbagai organisasi di Kalimantan Selatan memberikan warna berbeda, mengubah citra kaku kepolisian menjadi lebih humanis dan inklusif.

Ekspansi kegiatan tidak hanya terpusat di satu titik. Secara bersamaan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi memimpin aksi serupa di kawasan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru. Pemilihan lokasi ini menegaskan komitmen Polri untuk masuk ke basis-basis massa penting seperti kalangan akademisi.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalsel, Ferry Setiady, yang turut turun ke jalan bersama personel polisi, memberikan apresiasi atas pelibatan mahasiswa dalam kerja-kerja sosial ini.

“Kami berterima kasih telah dilibatkan. Ini menunjukkan hubungan sinergis antara kepolisian dan mahasiswa. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di momen Ramadhan saja, tapi terus berlanjut di momen-momen lainnya,” ungkap Ferry.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.