
KalselBabusalam.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 telah tiba, ditandai dengan lonjakan signifikan penumpang kereta api pada Selasa, 24 Maret 2026. Kepadatan luar biasa ini terpantau jelas di berbagai stasiun dalam wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, dengan Stasiun Solo Balapan di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu titik fokus utama. Ratusan pemudik berbondong-bondong memadati area stasiun sejak pagi hari, bersiap untuk kembali ke Jakarta dan berbagai kota tujuan lainnya.
Situasi di Stasiun Solo Balapan begitu ramai, dengan ruang tunggu dan peron keberangkatan yang dipenuhi oleh para penumpang. Mayoritas dari mereka adalah pemudik yang kembali menuju arah barat, khususnya wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemilihan tanggal 24 Maret ini sebagai hari kepulangan didorong oleh kewajiban sebagian besar pekerja untuk kembali beraktivitas pada Rabu, 25 Maret 2026.
Data terbaru dari KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta menunjukkan bahwa pada H+3 Lebaran atau Selasa ini, total penumpang kereta api jarak jauh yang tiba dan berangkat mencapai angka impresif 71.800 orang. Rinciannya, sebanyak 36.068 penumpang tiba dan 35.732 penumpang berangkat dari wilayah KAI Daop 6, menegaskan intensitas mobilitas pada periode arus balik ini.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa angka tersebut bersifat dinamis dan berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya penjualan tiket hingga malam hari. “Puncak arus balik memang diperkirakan terjadi pada hari ini, namun tidak menutup kemungkinan bergeser ke tanggal 25–26 Maret. Hal ini sejalan dengan imbauan pemerintah agar masyarakat dapat memecah arus balik, serta adanya kebijakan work from anywhere (WFA) yang berlaku hingga 29 Maret 2026,” ujar Feni di Solo, Selasa, 24 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran perjalanan, KAI Daop 6 telah mengambil berbagai langkah strategis. Ini termasuk pengoperasian kereta tambahan dan peningkatan sistem pengamanan di seluruh area stasiun. Sejumlah kereta api favorit seperti Argo Lawu, Manahan, Mataram, dan Argo Semeru menjadi pilihan utama bagi para penumpang. Selain itu, KAI juga menyediakan kereta tambahan dengan relasi Solo–Bandung, serta tujuan ke arah timur seperti Surabaya dan Malang, untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan.
Dari data sementara yang terkumpul, Stasiun Yogyakarta mencatatkan volume keberangkatan penumpang tertinggi, mencapai 14.477 orang. Disusul oleh Stasiun Solo Balapan dengan 7.888 penumpang, dan Stasiun Lempuyangan sebanyak 4.398 penumpang, menunjukkan distribusi kepadatan di beberapa titik strategis.
Secara keseluruhan, tingkat keterisian tiket kereta api selama masa Angkutan Lebaran, yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, telah mencapai 91 persen. Angka ini setara dengan 486.846 tiket yang terjual dari total kapasitas 532.830 kursi yang tersedia. KAI Daop 6 masih memiliki 28.609 kursi tersisa yang dapat dipesan hingga akhir periode angkutan Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket arus balik melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, atau kanal mitra yang tersedia. Penting juga bagi penumpang untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun guna menghindari potensi keterlambatan,” tambah Feni, memberikan panduan penting kepada para calon penumpang.
Salah seorang penumpang kereta api jurusan Solo-Jakarta, Desi Ayu, membagikan pengalamannya yang harus berjuang ekstra keras demi mendapatkan tiket arus balik Lebaran. Ia mengaku sudah memulai “perburuan tiket” sejak dini hari karena tuntutan untuk segera kembali bekerja keesokan harinya.
Desi menuturkan bahwa proses pemesanan tiket jauh dari kata mudah. Ia harus bersaing sengit dengan banyak calon penumpang lain dalam fenomena yang kerap disebut “war ticket”. Bahkan, ketika jadwal pemesanan dibuka, akses ke situs pemesanan sempat mengalami kendala teknis. “Saya sudah standby dari jam 1 malam. Pas pembukaan pemesanan, masuk ke website-nya agak lama. Jadi memang harus coba berkali-kali,” ungkap Desi Ayu, menggambarkan perjuangannya saat itu.
Upaya tak kenal lelah tersebut tidak berlangsung singkat. Desi mengaku hampir semalaman penuh mencoba mengakses sistem hingga akhirnya berhasil mendapatkan tiket kereta api yang diinginkan untuk kembali ke Jakarta, menunjukkan dedikasi para pemudik untuk kembali ke kota perantauan.
Pilihan Editor: Respons Apindo soal Rencana WFH di Sektor Swasta











