
BANJARMASIN – KALSELBABUSALAM.COM Universitas Lambung Mangkurat (ULM), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan, didesak untuk konsisten menegakkan budaya kejujuran akademik secara tegas. Prinsip bahwa “salah itu manusiawi, tetapi bohong adalah pengkhianatan” harus menjadi fondasi yang tak tergoyahkan untuk mencegah kampus kehilangan ruh dan integritasnya, serta hanya menghasilkan lulusan yang pandai menipu alih-alih cendekia berkarakter.
Dalam esainya, IBG Dharma Putra menegaskan bahwa ULM, dengan dua kampus megahnya di Banjarmasin dan Banjarbaru, idealnya menjadi “benteng peradaban” dan “taman belajar” yang melindungi proses pencarian kebenaran. Namun, bayangan ideal itu terancam retak jika kebohongan akademik seperti plagiarisme, manipulasi data, dan pemalsuan nilai masih diberi ruang.
“Jika integritas turun, serta kebohongan dipelihara atas nama citra semata dengan gelar atau kepentingan sesaat, maka kampus ULM akan kehilangan jantung serta mati dalam cemooh para pengagumnya,” tulisnya tegas.
Kekhawatiran yang diungkapkan adalah ketika pendidikan di ULM terjerumus menjadi ritual kosong. Pada kondisi itu, hasil akhir berupa angka menggantikan proses, ijazah menggantikan ilmu pengetahuan, dan gelar menggantikan karakter. “Secara prinsip dapat berarti, ULM telah berkhianat karena bukan melahirkan cendekia yang profesional sebagai kader pemimpin bangsa tapi hanya melahirkan generasi yang pandai menipu, pintar mengelak, tapi miskin kejujuran,” tulisnya.
Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan pemisahan yang jelas antara “salah” dan “bohong”. Kampus harus menyediakan ruang aman bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakui kesalahan tanpa langsung dihakimi atau dihinakan, sehingga proses koreksi dapat berjalan sehat. Sebaliknya, untuk kebohongan yang disengaja, sanksi harus ditegakkan dengan tegas.
Proses evaluasi juga perlu dikembangkan agar tidak hanya bersifat kuantitatif (berorientasi angka), tetapi juga kualitatif. Hal ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang paripurna, yaitu memiliki karakter luhur, kompetensi mumpuni, dan literasi yang luas.
ULM, yang merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan, dituntut untuk tetap setia pada misi dasarnya: melindungi mereka yang salah tetapi ingin berbenah menuju kebenaran, dan pada saat yang sama, menolak segala bentuk kebohongan yang merusak fondasi akademik. Tujuannya agar ULM tidak hanya mencetak sarjana, magister, doktor, atau profesor, tetapi lebih dari itu, melahirkan manusia sejati yang dipenuhi dengan kepedulian, kasih, dan keadilan yang hakiki.
Oleh: IBG Dharma Putra
Banjarmasin, 30 September 2025




