
Sebuah kapal tanker super milik Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) disebut berhasil menghindari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Kapal bernama HUGE itu bahkan disebut menuju perairan Indonesia.
Kabar tersebut dibagikan perusahaan intelijen maritim independen yang memantau dan melaporkan pengiriman minyak mentah yakni TankerTrackers.com,Inc lewat akun media sosial X, Minggu (3/5).
Dari laporan mereka, kapal tersebut membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai US$ 220 juta atau setara Rp 3,8 triliun. Kapal itu terakhir kali terdeteksi di lepas pantai Sri Lanka pekan lalu.
“Saat ini ia sedang melintasi Selat Lombok di Indonesia menuju Kepulauan Riau,” demikian bunyi keterangan dari TankerTracker.
Baca juga:
- Iran Tawarkan ke AS untuk Buka Selat Hormuz, Pembahasan Nuklir Ditunda
Dari laporan TankerTracker, HUGE belum mengirimkan sinyal di Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret 2026. “Ketika ia meninggalkan Selat Malaka menuju Iran,” demikian laporan TankerTracker.
Seorang pejabat militer senior Iran menyatakan bahwa perang baru dengan AS kemungkinan besar bisa terjadi. Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya dengan proposal negosiasi terbaru dari Teheran.
Menurut laporan media Pemerintah Iran, draf proposal tersebut telah diserahkan kepada Pakistan selaku mediator pada Kamis (30/4) malam. Akan tetapi, perincian isi dokumen itu tidak diungkapkan ke publik.
“Pada saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” kata Trump kepada wartawan, akhir pekan ini.











