BANJARBARU KALSELBABUSALAM.COM

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Balangan. Langkah penanganan dilakukan dengan menerjunkan personel serta memastikan kesiapan peralatan di lapangan melalui koordinasi lintas instansi.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan hal tersebut usai meninjau Posko 6 peringatan Momentum 5 Rajab di Museum Lambung Mangkurat, Jalan A. Yani Km 36, Banjarbaru. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi teknis.

“Kami saling berkoordinasi antara pemerintah dengan Pak Kapolda dan Dandrem. Untuk penanganan teknis di lapangan, kami serahkan kepada BPBD yang sudah berkoordinasi dengan Polres setempat,” ujarnya.

Menurut Gubernur, pemerintah tidak perlu mendatangkan peralatan dari Banjarbaru karena sarana dan prasarana penanganan bencana telah tersedia di daerah terdampak dan siap digunakan.

“Peralatan sudah siap di sana dan bisa langsung digunakan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Ia mengaku sempat khawatir melihat kondisi warga terdampak dari laporan visual yang diterima. Dalam salah satu laporan, terlihat seorang ibu dan anak terjebak hingga naik ke atap rumah akibat tingginya genangan air.

“Itu hampir tenggelam. Ini yang kita khawatirkan karena masyarakat tidak bisa keluar dan terjebak,” tuturnya.

Namun demikian, Gubernur menyebutkan bahwa berdasarkan laporan terbaru, kondisi air mulai berangsur surut.

“Alhamdulillah, tadi kita dapat kabar air sudah mulai turun. Mudah-mudahan ke depan tidak hujan lagi, tapi tetap perlu perhatian agar tidak terjadi kejadian serupa,” imbuhnya.

Terkait status kebencanaan, Pemprov Kalsel menetapkan status siaga di enam kabupaten. Status tersebut akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi lapangan.

“Kita harus siap siaga dan cepat merespons setiap laporan dari masyarakat,” tegasnya.

Selain banjir, Gubernur juga menyinggung kejadian tanah longsor di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, yang dapat ditangani dengan cepat berkat laporan masyarakat.

“Pagi dilaporkan longsor, langsung kita bersihkan. Peralatan PUPR sudah saya perintahkan siaga di wilayah Hulu Sungai agar tidak perlu menunggu dari sini,” katanya.

Gubernur Muhidin menegaskan kesiapsiagaan peralatan dan personel telah disiapkan di berbagai wilayah rawan bencana. Meski demikian, ia mengakui penanganan akan lebih menantang apabila terjadi kerusakan infrastruktur berat seperti akses jalan terputus yang memerlukan pembangunan jembatan permanen.

“Pada prinsipnya, di mana pun ada kejadian, kita sudah siap. Kendala hanya jika akses benar-benar terputus,” pungkasnya(mckalsel/lnk).

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.