PURUK CAHU – KALSELBABUSALAM.COM-
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Murung Raya, Dra. Lynda Kristiane, M.Tr.I.P., menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, kelurahan, dan desa, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Instruksi ini mencakup penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, hingga kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemerintah daerah menekankan pentingnya respons cepat agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Lynda meminta tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri untuk selalu siap bergerak apabila terjadi keadaan darurat. Menurut dia, kebakaran hutan maupun permukiman warga dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Selain kesiapan penanggulangan bencana, Lynda menekankan pentingnya kesiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Keduanya diminta memastikan pelayanan tetap siap menghadapi potensi peningkatan gangguan kesehatan selama musim kemarau.
Paparan kabut asap akibat kebakaran berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan, iritasi mata, dan penyakit kulit. Risiko gangguan kesehatan lain, seperti disentri dan diare, juga perlu diantisipasi agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan ketika membutuhkan layanan medis.
“Di saat-saat seperti ini, hendaklah kita meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan terhadap lingkungan,” ujar Lynda, Kamis (15/10/26)
Pemerintah Kabupaten Murung Raya juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengantisipasi bencana dengan menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, serta segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada aparat terdekat.
Kesiapsiagaan pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat serta mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh bencana selama musim kemarau.




