KalselBabusalam.com

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta gencar melakukan revitalisasi permukiman di sepanjang aliran sungai melalui program inovatif bernama Kampung Lampion. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan kawasan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi, mengangkat wajah kota dengan sentuhan budaya lokal yang kental.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa transformasi kawasan vital ini ditempuh dengan mengandalkan semangat gotong royong yang kuat dari masyarakat, terutama mengingat keterbatasan fiskal daerah. “Dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar pada tahun 2025, kami berhasil merampungkan pembangunan 10 unit rumah dengan kualitas konstruksi yang baik, berkat sistem swakelola dan dukungan penuh dari warga setempat,” ujar Hasto saat meninjau permukiman di bantaran Sungai Code Yogyakarta bersama perwakilan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Sabtu, 25 April 2026.

Hasto menambahkan, program penataan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan hunian semata, melainkan juga meliputi peningkatan infrastruktur pendukung. Pihaknya sedang menyiapkan pembangunan jalan lingkungan dengan lebar 3 hingga 4 meter, yang dirancang untuk memastikan akses kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran dapat masuk dengan mudah ke area permukiman.

Dari total target 38 rumah di Kampung Lampion Kotabaru, sebanyak 10 unit telah rampung pada tahun 2025. Rinciannya, enam unit didanai menggunakan APBD, sementara empat unit lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi. Memasuki tahun 2026, pembangunan berlanjut dengan tambahan delapan rumah dan satu unit dari program CSR, dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2027 mendatang.

Kunci keberhasilan menata kawasan padat penduduk seperti di pinggiran Sungai Code, menurut Hasto, terletak pada penggunaan pendekatan persuasif dan prinsip zero conflict. Strategi ini vital untuk memastikan bahwa seluruh proses penataan berjalan harmonis tanpa gejolak sosial. “Kami ingin lewat program Kampung Lampion ini, Kota Yogyakarta menjadi center of excellence dalam penataan permukiman tepi sungai berbasis masyarakat,” tegas Hasto, menegaskan ambisi kota tersebut.

Inisiatif Kampung Lampion berawal dari semangat kolaborasi warga untuk mengubah kawasan kumuh menjadi destinasi wisata kreatif yang menarik. Hasilnya, deretan rumah yang dulunya dianggap tidak layak kini tampil memukau dengan warna-warni cerah dan hiasan lampion yang meriah. Keindahan kampung ini kini dapat dinikmati dari kejauhan, seperti dari atas Jembatan Sayidan atau Jembatan Gondolayu, menjadi daya tarik visual baru bagi kota.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Ariuly Hutahayan, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, Kampung Lampion menjadi wujud nyata integrasi aspek fisik dan sosial yang berhasil mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam program pembangunan. “Ini tidak mudah dilakukan, bagaimana gotong royong dan kearifan lokal menjadi kekuatan dalam penataan kawasan di sepanjang Kali Code,” ungkap Ronny.

Ronny berpendapat bahwa praktik baik di Yogyakarta ini layak dijadikan model pembelajaran di tingkat nasional untuk penanganan kawasan kumuh secara terpadu, melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan organisasi non-pemerintah. Meskipun demikian, ia juga menyoroti perlunya penguatan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) seperti sanitasi lingkungan, agar kawasan tersebut semakin sehat dan nyaman bagi para penghuninya.

Lebih dari sekadar solusi hunian, Kampung Lampion kini telah bertransformasi menjadi sebuah titik wisata yang menawarkan beragam pengalaman menarik bagi wisatawan, mulai dari sesi fotografi yang instagramable, kegiatan susur sungai, hingga wisata kuliner lokal yang menggoda selera. Kehadiran ratusan lampion dengan berbagai warna yang menyala indah saat malam hari menciptakan suasana magis yang berbeda, sekaligus membuktikan bahwa kreativitas warga mampu menghidupkan kembali kawasan tepi sungai yang dulunya dianggap tidak tertata.

Pilihan Editor: Seberapa Besar Diskon PPN Mendorong Penjualan Rumah

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.