Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya menyampaikan sejumlah hasil yang diraih Indonesia selama satu setengah tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui aktivitas diplomasi dan kunjungan luar negeri. Hal ini disampaikan dalam menanggapi kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, terhadap kinerja diplomasi luar negeri Presiden.

“Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6).

Teddy mengatakan pemerintah menghargai masukan yang disampaikan Dino. Namun, ia menilai sejumlah hal perlu diluruskan, terutama terkait biaya perjalanan, jumlah rombongan, hingga urgensi diplomasi tatap muka yang dilakukan Prabowo di tengah dinamika global saat ini. 

Ia juga menyampaikan, berbagai lawatan internasional yang dilakukan Prabowo telah menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia, mulai dari penguatan posisi geopolitik, peningkatan investasi, kerja sama pertahanan, hingga dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Menurut Teddy, salah satu capaian penting yang berhasil diraih Indonesia adalah bergabung dengan kelompok BRICS. Ia menilai keanggotaan Indonesia dalam blok ekonomi tersebut memperkuat posisi nasional di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian akibat berbagai konflik internasional.

“Indonesia masuk BRICS. Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,” kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6). 

Selain itu, ia menyebut Indonesia memperoleh kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang memberikan tarif nol persen bagi sejumlah produk Indonesia. Teddy mengatakan perundingan ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya tercapai pada masa pemerintahan Prabowo.

Di sektor ekonomi, Teddy menyatakan total investasi yang masuk ke Indonesia selama satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia juga mencontohkan kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu menghasilkan komitmen investasi baru senilai sekitar Rp 575 triliun.

Teddy menyatakan diplomasi yang dijalankan Prabowo turut memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dengan berbagai negara. Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki hubungan pertahanan dengan sejumlah negara seperti Prancis, AS, Rusia, Cina, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

Di bidang pelayanan haji, Teddy menyebut hubungan diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Ia mengatakan pelaksanaan haji pada 2025 dan tahun ini berlangsung relatif terkendali.

Teddy juga menyoroti hasil Indonesia yang memperoleh fasilitas perkampungan haji di Arab Saudi. Menurutnya, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki fasilitas tersebut setelah pemerintah Arab Saudi memberikan dukungan regulasi terkait penggunaan lahan bagi jemaah Indonesia.

“Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” ujarnya. 

Lebih jauh, Teddy turut menyampaikan informasi mengenai peran aktif Indonesia dalam mendukung Palestina. Ia menyebut pemerintah telah beberapa kali mengirim bantuan logistik melalui jalur udara ke wilayah Palestina.

Selain itu, pemerintah juga mengirim kapal rumah sakit dan memberikan akses pendidikan bagi sekitar 100 anak-anak Palestina di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Ia juga menyebutkan upaya diplomasi Indonesia berperan dalam membantu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat dicegat oleh otoritas Israel di laut bebas beberapa waktu lalu. 

“Yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara. Baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan,” ujar Teddy.

Kritik Dino Patti Djalal

Mantan Wamenlu) Dino Patti Djalal menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai kepala negara. Ia mengusulkan komunikasi dengan pemimpin dunia melalui video call yang lebih hemat biaya negara.

Melalui unggahan video di akun Instagram @dinopattidjalal, ia menilai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto perlu dikurangi, di tengah sorotan publik terhadap besarnya biaya perjalanan kenegaraan.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” kata Dino, dikutip dari akun Instagram, Sabtu (30/5).

“Tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran,” Dino menambahkan.

Dino juga menyoroti besarnya biaya kunjungan Presiden ke luar negeri. Menurut dia, biaya tersebut mencakup tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan, uang harian delegasi, hingga perangkat pendamping lainnya.

“Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar (biaya) puluhan, bahkan ratusan miliar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dino mengusulkan lima hal. Pertama, lebih banyak menggunakan video call atau telepon dalam menjaga komunikasi dengan para pemimpin dunia.

Ia mencatat, sebagian besar kunjungan bilateral biasanya hanya berisi pembicaraan inti selama satu hingga dua jam, sementara sisanya berupa agenda seremonial seperti jamuan dan protokoler.

“Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri,” kata Dino.

Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang disebutnya sudah 17 kali melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa melakukan pertemuan bilateral langsung. “Padahal AS mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko,” 

Kedua, Dino menyarankan agar kunjungan Presiden ke forum internasional dimanfaatkan untuk bertemu dengan lebih banyak kepala negara lain yang hadir dalam forum tersebut. Ia mengusulkan formula “1 plus 8”, yakni satu kunjungan internasional disertai pertemuan dengan delapan pemimpin negara lain.

Ketiga, Dino mengusulkan agar kunjungan internasional Presiden direncanakan secara profesional dan diumumkan lebih terbuka kepada publik. Menurut dia, sejumlah perjalanan dilakukan tanpa informasi yang memadai sebelumnya.

Keempat, Presiden Prabowo diusulkan lebih banyak menerima tamu negara di Indonesia dibanding melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut Dino, pola ini dilakukan Presiden Cina Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu negara di Beijing.

Terakhir, Dino menyarankan agar sebagian misi diplomatik taktis dapat lebih banyak dijalankan Menteri Luar Negeri Sugiono guna menghemat biaya perjalanan negara.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.