
Kondisi pasar modal Indonesia mengalami gejolak signifikan menyusul pengunduran diri sejumlah petinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (30/1). Situasi krusial ini mendorong pemerintah segera menggelar rapat darurat pada Sabtu (31/1) malam di Wisma Danantara. Agenda utama rapat tersebut adalah membahas masa depan pasar modal, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk akibat ‘teguran’ dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dalam pertemuan vital tersebut, terungkap nama Jeffrey Hendrik yang ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, menggantikan Iman Rachman yang telah mengundurkan diri. Penunjukan ini secara resmi diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menjadi kabar terpopuler, dilansir dari KalselBabusalam.com.
Sementara itu, di sektor OJK, Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK. Ia mengisi kekosongan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara, yang juga mengundurkan diri di tengah anjloknya IHSG. Rangkuman peristiwa penting ini terjadi pada Minggu (1/2).
Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Temui MSCI Senin
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI. “Iya (Jeffrey Plt Dirut BEI),” ujarnya usai konferensi pers. Sebelum mengemban jabatan sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dikenal sebagai Direktur Pengembangan BEI, sebuah posisi yang telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Terkait langkah strategis selanjutnya, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Jeffrey Hendrik, bersama jajaran manajemen BEI, dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2). “Dia (Jeffrey) sama timnya,” imbuhnya, menekankan pentingnya pertemuan tersebut untuk membahas kondisi pasar modal.

Senada dengan Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut memberikan konfirmasi mengenai posisi Jeffrey sebagai Pjs Dirut. Saat dikonfirmasi, Airlangga menyatakan, “Yang kelihatan itu (Jeffrey Plt Dirut BEI).” Di sisi lain, Jeffrey Hendrik yang hadir dalam konferensi pers menjelaskan bahwa penunjukan Pjs Dirut BEI adalah bagian dari tindak lanjut proses internal perusahaan. Ia menambahkan, setelah pengunduran diri Direktur Utama Iman Rachman, direksi segera menggelar rapat dan hasilnya telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris. Jeffrey pun memastikan bahwa masa transisi ini tidak akan mengganggu kinerja bursa secara keseluruhan.
Friderica Widyasari Jadi Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK

Beberapa jam sebelum rapat penting di Wisma Danantara, OJK telah mengambil langkah proaktif dengan menunjuk pejabat pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) menyusul pengunduran diri empat petinggi. Hasilnya, Friderica Widyasari Dewi secara resmi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia kini menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara.
OJK dalam keterangannya pada Sabtu (31/1) menjelaskan, “Friderica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.”
Selain itu, Hasan Fawzi juga ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, yang sebelumnya diduduki oleh Inarno Djajadi.
Penunjukan pejabat pengganti ini ditetapkan melalui Rapat Dewan Komisioner OJK dan akan mulai berlaku efektif pada 31 Januari 2026. OJK menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian esensial dari mekanisme kelembagaan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas organisasi serta menjamin kelangsungan fungsi pengawasan sektor jasa keuangan.











