KalselBabusalam.com KalselBabusalam.com, JAKARTA – Dinamika kepemilikan saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) kembali menjadi sorotan pasar modal. Perusahaan yang bergerak di sektor holding dan aktivitas konsultasi manajemen ini mengalami perubahan signifikan menyusul masuknya investor baru, Djoni, serta langkah divestasi oleh salah satu pemegang saham lamanya, Sumber Garam Pratama.
Djoni kini tercatat sebagai salah satu pemegang saham penting di FOLK, dengan kepemilikan mencapai 5,09% dari total saham atau setara dengan 201 juta lembar saham. Angka ini menunjukkan peningkatan yang substansial, mengingat sebelumnya Djoni hanya menguasai 4,09% saham FOLK, atau sebanyak 193,459 juta lembar saham. Ini berarti terjadi penambahan sebanyak 7,54 juta lembar saham dalam portofolio Djoni di emiten FOLK.
Sementara itu, Sumber Garam Pratama, yang sebelumnya menjadi salah satu pemegang saham terbesar, secara bertahap mengurangi kepemilikannya di FOLK. Pada 8 Januari 2026, Sumber Garam Pratama melakukan penjualan saham FOLK sebanyak 157,93 juta lembar. Transaksi ini dieksekusi dengan harga Rp 75 per saham, menghasilkan dana segar sebesar Rp 11,84 miliar bagi Sumber Garam Pratama. Pasca transaksi ini, porsi kepemilikan Sumber Garam Pratama di FOLK berkurang menjadi 24,57%, setara dengan 970,07 juta lembar saham dari sebelumnya 28,57% atau 1,13 miliar lembar saham.
Langkah divestasi Sumber Garam Pratama tidak berhenti sampai di situ. Pada 13 Januari 2026, mereka kembali melepas sejumlah saham FOLK melalui dua kali transaksi terpisah. Transaksi pertama melibatkan penjualan 25,66 juta lembar saham dengan harga Rp 75 per saham, membukukan nilai transaksi sebesar Rp 1,92 miliar. Tak lama berselang, transaksi kedua dilakukan pada hari yang sama dengan pelepasan 41,08 juta lembar saham pada harga yang lebih tinggi, yakni Rp 80 per saham, sehingga menghasilkan dana Rp 3,29 miliar.
Secara keseluruhan pada tanggal 13 Januari 2026, Sumber Garam Pratama mendivestasikan sebanyak 66,74 juta lembar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5,21 miliar. Akibat dari serangkaian divestasi ini, porsi kepemilikan Sumber Garam Pratama atas saham FOLK semakin menciut menjadi 22,88%, setara dengan 903,33 juta lembar saham. Total penjualan saham yang dilakukan oleh Sumber Garam Pratama sejak 8 Januari 2026 tercatat sebesar 5,69% dari total saham yang mereka miliki sebelumnya, dengan perolehan dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp 17,05 miliar.
Di tengah hiruk pikuk perubahan kepemilikan ini, harga saham FOLK menunjukkan pergerakan yang fluktuatif di pasar. Pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, saham FOLK diperdagangkan di level Rp 1.000 per saham, mengalami penurunan sebesar 6,98% dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun demikian, dalam rentang lima hari perdagangan terakhir, saham FOLK secara keseluruhan berhasil mencatatkan kenaikan yang impresif sebesar 45,99%, menandakan adanya minat yang kuat dari investor.









