KalselBabusalam.com – Volume lalu lintas transaksi di sejumlah Gerbang Tol di ruas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat menunjukkan peningkatan signifikan menjelang dan selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Lonjakan arus kendaraan ini mulai terasa sejak Jumat, 13 Februari 2026, khususnya di sekitar wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, menandakan aktivitas perjalanan yang padat.

Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas yang mencolok. Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dilansir dari siaran tertulis pada Sabtu, 14 Februari 2026, mengungkapkan bahwa total 229.244 kendaraan tercatat melintas di Gerbang Tol di wilayah Jabodetabek. Angka ini menandakan peningkatan sebesar 11,00 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yang hanya mencapai 206.524 kendaraan. Kendaraan-kendaraan ini mayoritas meninggalkan Jabodetabek menuju berbagai destinasi populer seperti Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Merak, dan arah Puncak Bogor, melalui empat Gerbang Tol (GT) utama.

Peningkatan arus lalu lintas di wilayah Jabodetabek terdistribusi secara spesifik di gerbang-gerbang tol berikut:

  • Di GT Cengkareng, sebagai akses vital menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terjadi peningkatan volume lalu lintas transaksi sebesar 14,79 persen. Tercatat 94.787 kendaraan melintas, jauh di atas lalu lintas normal yang sebanyak 82.577 kendaraan.
  • GT Benda Utama, pintu gerbang menuju Tangerang, juga mengalami lonjakan sebesar 18,08 persen dengan total 38.548 kendaraan. Angka ini melampaui volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 32.645 kendaraan.
  • Sementara itu, di GT Cikupa yang mengarah ke Merak, volume lalu lintas transaksi meningkat sebesar 5,69 persen, dengan 54.899 kendaraan tercatat melintas, dibanding volume normal 51.944 kendaraan.
  • Untuk arah Puncak Bogor, GT Ciawi 1 mencatat peningkatan lalu lintas sebesar 4,20 persen, dilewati oleh 41.010 kendaraan, melebihi angka normal 39.358 kendaraan.

Tidak hanya Jabodetabek, wilayah Jawa Barat juga merasakan dampak lonjakan kendaraan. Jasamarga mencatat total 147.338 kendaraan melintas di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya melalui ruas Tol Padaleunyi. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,54 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 134.508 kendaraan. Peningkatan ini tersebar di dua Gerbang Tol utama, yaitu:

  • Di GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi, sebanyak 32.865 kendaraan tercatat bergerak dari wilayah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya menuju Bandung. Volume ini meningkat signifikan sebesar 15,00 persen dari lalu lintas normal sebanyak 28.579 kendaraan. Sementara itu, lalu lintas dari arah sebaliknya, yakni yang menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya melalui GT Cileunyi, tercatat 40.935 kendaraan, naik 8,17 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 37.844 kendaraan.
  • GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi juga tidak luput dari peningkatan. Volume lalu lintas transaksi yang meninggalkan Kota Bandung melalui GT Pasteur (masuk) tercatat 32.764 kendaraan, menunjukkan kenaikan 4,81 persen dari lalu lintas normal 31.261 kendaraan. Sedangkan volume lalu lintas transaksi yang memasuki Kota Bandung melalui GT Pasteur mencapai 40.774 kendaraan, meningkat 10,73 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 36.824 kendaraan.

Menyikapi peningkatan arus kendaraan ini, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, pengemudi dalam kondisi bugar, serta kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan saldo e-toll demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan. Selain itu, Jasa Marga mengingatkan pengguna jalan tol dengan sistem transaksi tertutup, seperti Ruas Tol Cipularang, Padaleunyi, dan Jalan Tol JORR II, untuk selalu menggunakan satu kartu e-toll yang sama saat transaksi masuk dan keluar gerbang tol. “Satu e-toll untuk bertransaksi ketika tapping di gerbang tol masuk dan menggunakan e-toll yang sama juga untuk tapping di gerbang tol keluar,” tegas Widiyatmiko.

Pilihan Editor: Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.