KOTABARUKALSELBABUSALAM.COM

Hubungan kerja antara eksekutif, legislatif, dan sektor perbankan di Kabupaten Kotabaru tidak melulu harus kaku di meja rapat. Di Lapangan Alwista Minisoccer, Sabtu (6/6/2026), tensi politik dan birokrasi itu mencair. Para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), anggota DPRD, hingga jajaran Bank Kalsel melebur dalam kompetisi sengit bertajuk Fun Match Mini Soccer Trofeo Kotabaru Hebat.

Turnamen segitiga (trofeo) ini menempatkan Tim SKPD sebagai jawara pertama setelah menyajikan drama lapangan hijau yang tak terduga. Pada laga pembuka, Tim SKPD menyudahi perlawanan sengit Tim DPRD dengan skor tipis 4-3. Tim DPRD kembali harus menelan pil pahit di laga kedua setelah digulung tanpa ampun oleh kepiawaian skuad Bank Kalsel dengan skor telak 4-0.

Penentuan juara terjadi di laga pamungkas. Pertemuan antara Tim SKPD dan Bank Kalsel berlangsung ketat hingga peluit panjang berbunyi, memaksa hasil imbang yang menempatkan SKPD di puncak klasemen berkat produktivitas poin.

Menariknya, atmosfer kompetisi ini memunculkan nama-nama elite daerah di daftar penghargaan individu. Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, bersama Anggota DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (Best Player). Sementara itu, gelar pencetak gol terbanyak (top skor) disabet oleh Suntoro, dan Tim Bank Kalsel didapuk sebagai tim terfavorit.

Di luar urusan menang-kalah, esensi utama dari tendangan pertama (kick-off) yang dilakukan Wakil Bupati Syairi Mukhlis ini adalah komunikasi politik dan daerah yang lebih cair. Pemerintah daerah menilai olahraga sebagai media taktis untuk meruntuhkan sekat-sekat birokrasi.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan sinergi yang menjadi modal penting dalam membangun Kotabaru,” tegas Syairi Mukhlis dalam sambutannya sebelum membuka laga. Ia juga mewanti-wanti agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai perekat persaudaraan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang Bank Kalsel Kotabaru mengungkapkan bahwa kolaborasi tripartit antara Bank Kalsel, Pemkab, dan DPRD ini merupakan investasi sosial untuk membangun kebersamaan di luar aktivitas formal pemerintahan yang cenderung kaku.

Keriuhan tidak hanya milik para pejabat. Sejak pagi hari, Lapangan Alwista disesaki oleh penonton dan sedikitnya 20 staf pendukung yang dikirim oleh masing-masing instansi. Atmosfer pertandingan semakin meriah dengan adanya pembagian berbagai hadiah menarik (doorprize) oleh panitia untuk masyarakat yang hadir.

Melihat tingginya partisipasi publik dan dampak positif terhadap soliditas internal antarinstansi, turnamen trofeo ini diharapkan tidak menjadi agenda seremonial sesaat. Agenda ini diproyeksikan menjadi wadah berkelanjutan—sebuah ruang diplomasi kasual yang menghadirkan hiburan olahraga positif bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru.