Dari KalselBabusalam.com, kabar membanggakan datang dari dunia balap motor. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa Veda Ega Pratama. Pemuda asal Gunungkidul ini telah mencatatkan sejarah gemilang sebagai pebalap pertama Indonesia yang berhasil menapaki podium di kelas Moto3 dalam ajang Kejuaraan Dunia MotoGP, sebuah prestasi yang memukau dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Prestasi bersejarah ini diraih Veda dalam seri balapan yang berlangsung di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, pada Minggu (22/3) malam WIB. Setelah melalui pertarungan yang sengit dan penuh drama, khususnya pada putaran terakhir, Veda dengan gigih berhasil mengamankan posisi ketiga. Pencapaian ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam karirnya, tetapi juga bagi sejarah balap motor Indonesia.

KGPAA Paku Alam X dengan bangga menyatakan bahwa keberhasilan Veda merupakan bukti nyata bahwa atlet DIY memiliki kemampuan untuk bersaing dan menorehkan prestasi di level tertinggi olahraga internasional. Ia sangat berharap, pencapaian luar biasa pebalap berusia 17 tahun ini dapat menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi atlet-atlet muda DIY lainnya untuk berani memiliki mimpi yang tinggi dan berjuang meraihnya.

“Kami atas nama keluarga besar KONI DIY merasa bangga dan terharu. Veda Ega Pratama tidak hanya membawa nama harum Gunungkidul dan Yogyakarta, tetapi telah mengibarkan Merah Putih di panggung dunia. Keberhasilan Veda meraih podium di Moto3 Brasil adalah buah dari disiplin, kerja keras, dan doa seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap KGPAA Paku Alam X, penuh haru. Ia juga menambahkan, “Veda telah membuktikan bahwa talenta-talenta DIY punya kemampuan dan bersaing menembus dominasi dunia. KONI DIY akan terus berupaya untuk memberikan dukungan bagi talenta-talenta berbakat lain agar dapat terus konsisten di kancah internasional.”

Menempati posisi ketiga pada balapan keduanya di Moto3 musim 2026 merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi Veda, mengingat perjuangannya di Brasil begitu keras. Ia sempat terseok dan tercecer hingga posisi ke-10, meskipun mengawali balapan dari posisi keempat yang menjanjikan. Veda sendiri mengaku sempat kesulitan mengontrol ban belakangnya sebelum bendera merah (red flag) dikibarkan pada lap ke-15, yang menghentikan sementara jalannya balapan.

Namun, perubahan strategi dan semangat juang yang tak padam ia tunjukkan setelah balapan dilanjutkan dan hanya menyisakan lima lap. Dengan determinasi tinggi, Veda berhasil melesat dan menyalip Alvaro Carpe di dua lap terakhir. Aksinya yang memukau ini membawanya mengamankan posisi podium ketiga, tepat di belakang Quiles dan Marco Morelli pada lap terakhir, sebuah manuver krusial yang menentukan hasil akhir.

“Ya, akhirnya saya bisa finis di tiga besar di grand prix kedua saya. Ini merupakan pencapaian terbesar buat saya saat ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua warga Indonesia, para sponsor, serta keluarga yang menonton saya dari Indonesia. Terima kasih banyak. Luar biasa,” kata Veda usai balapan, dengan raut wajah gembira dan penuh syukur.

Podium di Moto3 ini tidak hanya sekadar hasil balapan, melainkan sebuah penorehan sejarah bagi dunia balap Indonesia. Sebelum Veda Ega Pratama, belum ada satu pun pebalap Republik Indonesia yang pernah meraih podium di kelas Moto3, menjadikannya pionir dalam pencapaian ini.

Pada balapan sebelumnya di Thailand, Veda juga tampil impresif dengan finis di posisi kelima. Hasil konsisten ini membawanya kini duduk di posisi ketiga klasemen sementara dengan total 27 poin, menunjukkan potensinya yang besar di kancah balap internasional.

Selanjutnya, Kejuaraan Dunia MotoGP akan berpindah ke Texas, Amerika Serikat. Rangkaian balapan yang menegangkan di Circuit of the Americas dijadwalkan akan digelar selama 27-29 Maret 2026, di mana Veda Ega Pratama diharapkan kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.