KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026), di tengah sentimen pembekuan review MSCI dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Pada perdagangan Rabu (22/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.541,61. Secara year to date, indeks bahkan telah terkoreksi hingga 13,59%.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi melemah.

“Keputusan BI menahan suku bunga merupakan langkah pragmatis untuk menjaga rupiah dari capital outflow, namun di sisi lain membuat likuiditas domestik tetap ketat,” ujar dia kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Ditopang Sentimen Global, Reli Kripto Berpotensi Berlanjut Bertahap

Menurut Wafi, arah IHSG dalam jangka pendek masih cenderung berada dalam fase bearish, seiring minimnya katalis positif dari aliran dana asing.

“Pembekuan rebalancing MSCI mematikan katalis inflow asing, sehingga rebound yang terjadi cenderung hanya bersifat teknikal dalam jangka pendek,” jelasnya.

Ia memperkirakan, dalam jangka pendek IHSG akan bergerak pada kisaran support 7.500 hingga 7.400, dengan resistance terdekat di level 7.650.

Menjelang bulan Mei yang kerap dikaitkan dengan fenomena sell in May, Wafi menilai potensi koreksi masih terbuka.

“Ada potensi koreksi lanjutan karena kombinasi suku bunga yang tetap tinggi dan absennya rebalancing MSCI,” imbuhnya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan terjadinya pembalikan arah jika kondisi makroekonomi mulai membaik.

Empat Reformasi Diakui MSCI, BEI Coret Saham HSC dari Indeks Unggulan

Dalam kondisi pasar seperti saat ini, Wafi menyarankan investor untuk mengedepankan strategi defensif.

“Hindari sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti properti dan teknologi. Investor bisa mencermati saham big banks dan consumer goods untuk akumulasi,” tutupnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.