
kalselbabusalam.com JAKARTA. Dividen dengan yield besar kembali tersaji di Bursa Efek Indonesia. Terbaru, emiten saham rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) akan memberi dividen dengan yield di atas 7%.
HMSP memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp 6,55 triliun dari saldo laba Perseroan untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) HMSP yang digelar di Jakarta pada Senin (18/5/2026).
Dengan total nilai tersebut, HMSP akan membagikan dividen sebesar Rp 56,3 per saham kepada para pemegang saham.
Jumlah dividen tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp 56,2 per saham atau senilai Rp 6,54 triliun.
Cum Dividen Tiba! Saham Turun Harga 7,51% Ini Siap Beri Cuan Total Rp Rp 45 Miliar
Pada perdangan Senin 18 Mei 2026, harga saham HMSP Rp 730 turun 10 poin atau 1,35% secara harian. Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham HMSP terakumulasi melemah 40 poin atau 5,19%.
Dengan harga terakhir tersebut, yield dividen saham HMSP mencapai 7,7%. Jumlah itu sekiar 3x lipat dibandingkan suku bunga deposito rupiah di bank umum yang hanya 2%-an.
Berdasarkan komposisi kepemilikan saham, PT Philip Morris Indonesia selaku pemegang saham pengendali HMSP diperkirakan akan menerima dividen sekitar Rp 6,05 triliun.
Sementara itu, investor publik memperoleh alokasi dividen sekitar Rp 495,15 miliar.
Bagi investor yang ingin memperoleh hak dividen HMSP, terdapat sejumlah jadwal penting yang perlu dicermati.
Tonton: Setelah MSCI, FTSE Russell Siap Coret Saham RI dari Indeks Global!
Berikut jadwal pembagian dividen HMSP:
– Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 26 Mei 2026
– Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 29 Mei 2026
– Cum dividen pasar tunai: 2 Juni 2026
– Ex dividen pasar tunai: 3 Juni 2026
– Recording date: 2 Juni 2026
– Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
Dividen tunai final akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) HMSP pada tanggal recording date.
Keputusan pembagian dividen jumbo ini kembali menunjukkan konsistensi HMSP dalam menjaga kebijakan pembagian dividen kepada pemegang saham di tengah dinamika industri rokok nasional.
Cum Dividen Tiba! Saham Turun Harga 7,51% Ini Siap Beri Cuan Total Rp Rp 45 Miliar
Laba Meningkat
HMSP berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih di tengah penurunan pendapatan selama periode Januari–Maret 2026.
Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, HMSP meraup pendapatan bersih sebesar Rp 27,2 triliun. Ini merosot 5,50% secara tahunan dari Rp 28,78 triliun.
Meski begitu, beban pokok penjualan HSMP terpantau ikut menyusut sebesar 6,57% secara tahunan menjadi Rp 22,20 triliun di kuartal I-2026 dari Rp 23,76 triliun pada kuartal I-2025.
Kinerja HMSP juga tertopang dari pos penghasilan lain-lain yang mencapai Rp 89,20 miliar selama periode Januari–Maret 2026. Pos ini melonjak 16,10% secara tahunan dari Rp 76,83 miliar.
Alhasil, laba bersih HMSP masih tumbuh 7,19% secara tahunan menjadi Rp 2,05 triliun per Maret 2026. Di periode yang sama pada 2025, laba bersih HMSP mencapai Rp 1,91 triliun.
Di sisi lain, total aset HMSP mencapai Rp 51,90 triliun per 31 Maret 2026. Ini tumbuh sekitar 0,66% dari posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 51,56 triliun.











