
kalselbabusalam.com , JAKARTA – Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan 9,49% hingga hari ini Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Logam Mulia Selasa (2/6/2026), harga buyback emas Antam turun Rp25.000 ke Rp2.584.000. Posisi itu menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.
Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat telah menguat signifikan 9,49% sepanjang periode berjalan 2026.
Harga buyback emas Antam merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram. Pergerakan sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
: : Full Senyum Pembeli Emas Antam 10 Tahun Awal Juni 2026
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sebagaimana diketahui, pergerakan harga buyback emas Antam sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.
: : Harga Emas Antam Logam Mulia 2 Juni 2026, Buyback Ambles ke Rp2,58 Juta
Analis Wall Street optimistis terhadap prospek harga emas dalam jangka pendek, setelah pada pekan lalu, pergerakan logam mulia itu pulih di tengah kemungkinan gencatan senjata diperpanjang di Timur Tengah.
Marc Chandler, Direktur Pelaksana di Bannockburn Global Forex menjelaskan bahwa logam kuning itu telah dijual di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada awal sesi Kamis (29/5/2026), untuk pertama kalinya dalam 2 tahun. Emas terus melanjutkan pemulihan pada akhir pekan ketika mencapai level tertinggi 3 hari, sedikit di atas U$4.543 per ons.
“Gencatan senjata yang diperpanjang dipahami sebagai hal positif bagi emas karena menghilangkan potensi sumber likuidasi—eksportir minyak, dan kebutuhan likuiditas oleh beberapa importir minyak,” kata Chandler, dilansir Kitco, Senin (1/6/2026).
Dia melanjutkan bahwa pergerakan di atas area US$4.585 per ons akan meningkatkan sentimen teknis.











