EKONOM Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan serangan Amerika Serikat ke Venezuela bakal berdampak terhadap ekonomi Venezuela. Dampak ekonomi serangan AS akan langsung terasa lewat penurunan kapasitas ekspor minyak. Hal ini akan berimbas pada kemampuan negara tersebut dalam memperoleh devisa.

“Serangan tidak harus menghancurkan kilang untuk melumpuhkan kemampuan negara memperoleh devisa; gangguan pada jalur logistik dan kepastian pengapalan sudah cukup untuk menurunkan kapasitas ekspor efektif,” kata Syafruddin dalam siaran pers, Ahad, 4 Januari 2026.

Amerika Serikat menyerang Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026. Setelah serangan tersebut, AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas tuduhan keterlibatan dalam terorisme narkoba. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Amerika akan “memimpin” Venezuela untuk sementara waktu.

Trump juga menyatakan bahwa AS akan mengelola cadangan minyak Venezuela. “Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan besar minyak AS—terbesar di dunia—untuk masuk dan menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara,” ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu, dikutip dari Financial Times dan The Guardian.

Infrastruktur produksi dan pengilangan perusahaan migas milik negara Venezuela, Petróleos de Venezuela, S.A (PDVSA), tidak mengalami kerusakan besar akibat serangan AS. Tetapi blokade tanker dan penyitaan kargo pada Desember telah memangkas ekspor minyak Venezuela hingga sekitar separuh dari 950 ribu barel per hari pada November. Perusahaan pelayaran menghindari perairan Venezuela, stok minyak menumpuk, dan aktivitas pelabuhan merosot

Syafruddin berpendapat komunitas internasional harus segera merespons dengan tegas. Ia berujar, negara-negara Global South perlu memperkuat solidaritas diplomatik agar preseden ini tidak menyebar ke kawasan lain.

“Bagi Indonesia, pesan strategisnya jelas: perkuat ketahanan energi dan pangan, diversifikasi sumber devisa, dan bangun kredibilitas institusi ekonomi agar tekanan eksternal tidak mudah menerjemahkan guncangan geopolitik menjadi krisis domestik,” ucapnya.

Pilihan Editor: Bagaimana Dampak Konflik Amerika-Venezuela terhadap Indonesia

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.