
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menetapkan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu sebagai komisaris perseroan. Pengangkatan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI pada 15 Desember 2025.
Posisi Febrio menggantikan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BNI. Agenda terakhir RUPSLB mengukuhkan pemberhentian Suminto seiring penugasannya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.
“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” ucap Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam siaran pers yang dikutip Selasa, 16 Desember 2025.
Adapun agenda pertama rapat adalah persetujuan dari para pemegang saham soal perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Termasuk penyesuaian tata kelola pengawasan oleh Holding Operasional sesuai amanat Undang-Undang BUMN yang diterbitkan pada 2025.
Perubahan ini dilakukan sebagai respons atas permintaan resmi dari Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) lewat surat permintaan ini pada 28 Oktober 2025. BP BUMN bertindak sebagai perwakilan Pemerintah, pemegang saham Seri A Dwiwarna.
Agenda selanjutnya adalah persetujuan pendelegasian kewenangan penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Selanjutnya, para pemegang saham juga menyetujui pembaruan dokumen Rencana Pemulihan (Recovery Plan) untuk periode 2025/2026.
Febrio Kacaribu sebelumnya sempat tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 2020. Ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemeterian Keuangan pada 23 Mei 2025. Tempo telah mencoba mengonfirmasi Febrio soal visi dan tugas barunya sebagai Komisaris BNI, namun ia tak merespons hingga berita ini ditulis.
Dengan bergabungnya Febrio, berikut susunan komisaris BNI.
1. Komisaris Utama/Komisaris Independen – Omar Sjawaldy Anwar
2. Wakil Komisaris Utama – Tedi Bharata
3. Komisaris Independen – Vera Febyanthy
4. Komisaris Independen – Didik Junaedi Rachbini
5. Komisaris – Donny Hutabarat
6. Komisaris – Febrio Nathan Kacaribu
Pilihan Editor: Risiko Setelah Restrukturisasi Kredit Dampak Pandemi Covid-19











