
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengatakan akan terus memantau risiko inflasi akibat perang Iran-Israel. Meski begitu, dia berpendapat saat ini kondisi inflasi masih terjaga dengan baik.
”Kami akan terus melakukan monitoring perkembangan perang Timur Tengah eskalasinya seperti apa dan ini tentunya akan mempunyai dampak kepada inflasi terutama dari jalur rantai pasokan maupun dari kenaikan harga komoditas,” kata Aida dalam konferensi pers pada Selasa, 17 Maret 2026. Sementara itu di dalam negeri, dia menyatakan, harga pangan bergejolak atau volatile food juga perlu mendapat perhatian.
Aida menjelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dan datang lebih dini. Kondisi tersebut, kata Aida, bisa mempengaruhi harga komoditas hortikultura seperti cabai, jagung, maupun beras.
Pada Februari 2026, inflasi tahunan tercatat sebesar 4,76 persen. Aida mengatakan tingginya inflasi disebabkan oleh kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada Januari dan Februari 2025.
Oleh karena itu, menurut Aida, level inflasi yang cukup tinggi masih akan terjadi hingga Maret. “Tetapi secara keseluruhan proyeksi dari inflasi kami ini masih berkisar dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” kata dia.
Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 5,50 persen.
“Dengan mempertimbangkan asesmen prospek dan juga berbagai tantangan global dan domestik, global khususnya dampak dari perang Timur Tengah tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
Dia mengatakan keputusan itu diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah perang Iran-Israel serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.
Pilihan Editor: Mengapa Jumlah Pemudik Lebaran Turun dari Tahun ke Tahun











