Upaya Peningkatan Kualitas Produk Perikanan Bengkulu Menuju Pasar Global

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas produk perikanan lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing di pasar global. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui proses Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) di Unit Pengolahan Ikan (UPI) Melati, yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara.

Sertifikasi ini menjadi tahapan penting dalam memastikan bahwa produk olahan seperti ikan asap, abon ikan, dan baby fish memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Provinsi Bengkulu aktif melakukan kegiatan sertifikasi serta pengawasan lapangan guna mendukung peningkatan kualitas produk perikanan.

Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah inspeksi SKP yang dilaksanakan di Sentra IKM UPI Melati. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan daya saing produk perikanan Bengkulu yang dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai instansi, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, serta penyuluh perikanan setempat.

Tujuan Inspeksi SKP

Pelaksana Tugas Badan Mutu KKP Bengkulu, Aan Fibro Widodo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari inspeksi ini adalah memastikan bahwa unit pengolahan telah memenuhi standar yang berlaku. “Melalui inspeksi ini, diharapkan UPI mampu meningkatkan standar pengolahan produk perikanan sehingga memperkuat daya saingnya,” ujarnya.

Inspeksi difokuskan pada tiga produk utama, yaitu ikan asap, abon ikan, dan baby fish. Evaluasi dilakukan dengan meninjau dokumen administrasi, sistem produksi, sanitasi, hingga kondisi fasilitas pengolahan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek yang berkaitan dengan produksi dan pengolahan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Komitmen UPI Melati

UPI Melati, sebagai salah satu kelompok binaan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas produk. Mereka menyambut baik hasil evaluasi dan akan segera menindaklanjuti temuan yang disampaikan oleh tim inspektur mutu.

Aan menambahkan, “Inspeksi SKP bertujuan untuk memastikan bahwa UPI memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dalam kegiatan ini, tim inspektur mutu melakukan evaluasi terhadap dokumen administrasi, sistem produksi, penerapan standar kebersihan dan sanitasi, serta fasilitas produksi.”

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin, menyampaikan bahwa Sentra IKM UPI Melati merupakan kelompok binaan Pemkab Bengkulu Utara. “Kelompok binaan Kabupaten Bengkulu Utara yang mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian berupa gedung pengolahan beserta peralatan dan fasilitas pendukung lengkap,” ujarnya.

Dukungan ini membantu UPI Melati dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Dengan fasilitas yang memadai, UPI Melati memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk perikanan yang bersaing di pasar ekspor.

Harapan untuk Pasar Global

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara, Siti Qoriah, berharap agar produk-produk olahan dari UPI Melati mampu bersaing di pasar ekspor. “Kami berharap produk UPI Melati bisa diekspor dan dikenal di pasar global,” tukasnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, UPI Melati memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu sentra perikanan yang mampu memenuhi standar internasional. Proses sertifikasi dan evaluasi yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberikan keyakinan kepada konsumen dan pelaku bisnis bahwa produk yang dihasilkan aman dan layak dipasarkan.

Tinggalkan Balasan