
Dalam langkah strategis yang menandai konsolidasi signifikan di sektor pengelolaan investasi nasional, PT BANK Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi mengalihkan kepemilikan anak usahanya, PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) dan PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM), kepada PT Danantara Asset Management. Sekretaris Perusahaan BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pilar penting dalam strategi konsolidasi Danantara, bertujuan membentuk perusahaan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya saing. Menurut Dhanny, langkah ini diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi dan sosial yang sejalan dengan agenda jangka panjang Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi, dilansir pada Jumat, 10 April 2026, sebagaimana diinformasikan oleh KalselBabusalam.com.
Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) untuk akuisisi BRI MI dan PNM IM sendiri telah diteken pada 1 April 2026. Melalui transaksi krusial ini, Danantara berhasil mengakuisisi 19,5 juta saham BRI MI dengan nilai fantastis sebesar Rp 975 miliar. Jumlah ini merepresentasikan 65 persen dari total modal ditempatkan dan disetor BRI MI. Tidak berhenti di situ, Danantara juga membeli 109.999 saham PNM IM senilai Rp 345 miliar, yang setara dengan 99,999 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PNM IM.
Dhanny lebih lanjut menegaskan bahwa sebagai induk operasional, Danantara Asset Management bertekad kuat untuk melahirkan perusahaan aset manajemen yang memiliki daya saing unggul di kancah nasional. “Ke depan, langkah strategis ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat signifikan bagi perseroan dan para pemegang saham, tetapi juga secara substansial berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri keuangan nasional serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya penuh optimisme.
Langkah konsolidasi Danantara tidak terbatas pada BRI MI dan PNM IM. Perusahaan ini juga turut mengakuisisi saham di entitas pengelolaan aset besar lainnya, yakni BNI Asset Management dan Mandiri Manajemen Investasi. Untuk BNI Asset Management, Danantara membeli sebanyak 39.960.000 saham dengan total nilai transaksi Rp 359,64 miliar, setara dengan 99,9 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BNI AM. Sementara itu, 1.499 saham Mandiri Manajemen Investasi diakuisisi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,02 triliun, yang merepresentasikan 99,93 persen saham yang sebelumnya dikuasai oleh Mandiri Sekuritas.
Menjelaskan esensi di balik serangkaian akuisisi masif ini, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa langkah-langkah tersebut adalah bagian integral dari upaya Danantara untuk merampingkan sekaligus memperbesar institusi. “Salah satu cara efektifnya adalah dengan melakukan merger beberapa perusahaan yang sejatinya memiliki karakteristik serupa,” terang Pandu, dilansir dari pernyataannya kepada media di Menara Bank Mega, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
Pilihan Editor: Kurs Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar, Seberapa Tahan APBN










