Kotabaru, KALSEL BABUSALAM.COM
6 Desember 2025
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru menjadikan Ekoteologi sebagai gerakan utama dan paling menonjol dari delapan program prioritas sepanjang tahun 2025. Gerakan ini secara konsisten mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh jajaran di bawah Kemenag untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Penguatan ekoteologi ini dimaknai sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan cinta lingkungan, menciptakan keseimbangan antara manusia dan ekosistem, sekaligus wujud pengamalan ajaran agama.

Kepala Kemenag Kotabaru, Ahmad Kamal, menegaskan bahwa agama memiliki peran sentral dalam isu lingkungan. “Agama tidak hanya mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, tetapi juga mencintai dan merawat alam. Karena itu, ASN Kemenag harus memberi teladan dalam pelestarian lingkungan,” ungkap Kamal.

Penerapan penguatan ekoteologi ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan konkret. Kemenag Kotabaru menggerakkan program penanaman pohon, mewajibkan gerakan ASN membawa tanaman ke kantor, dan menginisiasi pengelolaan sampah terpadu di madrasah. Selain itu, upaya menciptakan lingkungan madrasah yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan turut menjadi fokus utama.

Ahmad Kamal menilai, kegiatan-kegiatan ini melampaui sekadar perbaikan estetika. Implementasi tersebut bertujuan membangun budaya peduli lingkungan secara masif di kalangan ASN, pelajar, dan masyarakat.

“Lingkungan yang hijau dan bersih adalah wujud pengamalan nilai keagamaan dalam menjaga ciptaan Allah. Ketika kantor dan madrasah kita terlihat asri, itu menunjukkan bahwa kita benar-benar mempraktikkan ajaran agama, bukan hanya menyampaikannya,” tambah Kamal, menekankan konsistensi antara perkataan dan perbuatan.

Gerakan ekoteologi merupakan satu dari delapan program prioritas yang digarap Kemenag Kotabaru. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk peningkatan layanan publik dan pendidikan, tetapi juga menekankan perhatian terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Adapun delapan program prioritas Kemenag Kotabaru secara menyeluruh meliputi:

•Peningkatan kerukunan.
•Penguatan ekoteologi (Fokus Utama).
•Layanan berdampak bagi masyarakat.
•Pendidikan unggul.
•Pemberdayaan pesantren.
•Ekonomi umat.
•Rumah ibadah.
•Digitalisasi tata kelola.

Dengan mengoptimalkan ekoteologi dan tujuh program prioritas lainnya, Kemenag Kotabaru berharap dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi Kotabaru.

 

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.