
KEBAKARAN melanda permukiman padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Petugas pemadam kebakaran pertama kali mendapat laporan pada pukul 20.55 WIB.
Api diperkirakan membakar sekitar 250 unit rumah di RW 04 dan RW 05, berdasarkan laporan sementara. Sebanyak 400-an kepala keluarga terdampak. Enam orang dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas.
Ratusan personel gabungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Polres Jakarta Pusat, dan TNI dikerahkan untuk membantu pemadaman dan evakuasi warga.
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan sedikitnya 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel. Sementara Polres Jakarta Pusat menggerakkan 200 personelnya.
“Di sini memang padat penduduk di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong ini dan tadi kami berbicara dengan ketua RW yang menyampaikan memang kurang lebih ada 400 sampai 500 KK,” kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold Hutagalung, Senin, 1 Juni 2026 dikutip dari Antara.
Belum diketahui penyebab kebakaran ini terjadi. Namun, Kelurahan Kebon Kosong memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan kebakaran di Jakarta karena statusnya yang pemukiman padat penduduk.
Pada Selasa, 21 Januari 2025, sebanyak 543 rumah di Gang Laler, Kebon Kosong, hangus terbakar. Sekkitar 1.797 jiwa dari 607 keluarga harus mengungsi.
Sebulan sebelumnya, 10 Desember 2024, kebakaran yang terjadi saat itu menghanguskan sekitar 200 rumah dan membuat 1.800 warga mengungsi. Sebanyak 15 orang terluka dan harus dibawa ke rumah sakit.
Kebakaran di Jakarta Didominasi akibat Korsleting
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta melaporkan mayoritas kebakaran di Ibu Kota akibat korsleting listrik. Tahun lalu, hingga 20 Juli 2025, dinas mencatat terjadi 635 kebakaran karena korsleting listrik.
“Penyebab lainnya karena kebocoran gas sebanyak 136 kasus, kebakaran sampah sebanyak 39 kasus, dan akibat putung rokok sebanyak 32 kasus,” kata Biro Hubungan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Muhammad Arief, Juli 2025.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan jenis rumah yang ada di kawasan padat penduduk juga berkontribusi membuat mudahnya kebakaran terjadi.
“Karakter rumah kebanyakan pakai kayu segala. Itu realita yang terjadi di Jakarta kebakaran akibat itu,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, Ahad, 20 Juli 2025.
Rano menyatakan Pemerintah Provinsi Jakarta mendorong gerakan kepemilikan alat pemadam api ringan atau APAR di tingkat RT dan RW. Ia berharap masyarakat lebih aktif untuk mempertahankan rumahnya masing-masing.
Pilihan Editor: Mengapa Pemadam Kebakaran Jadi Andalan Kita Hari Ini











