Presiden Prabowo Subianto menggelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6). Seusai memimpin upacara, Prabowo turun dari mimbar lalu menyapa sejumlah tokoh yang hadir, ada Jusuf Kalla, Ma’ruf Amin, hingga Megawati Soekarnoputri. Keduanya terlihat berbincang santai dan beberapa kali saling melempar senyum di tengah suasana hangat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Di kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan Pancasila menjadi pegangan kokoh Indonesia di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global.

Momen Prabowo Gandeng Megawati saat Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terlihat akrab usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6). Setelah menyampaikan amanat upacara, Prabowo turun dari mimbar lalu langsung menyapa sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Megawati yang berdiri di samping Jusuf Kalla. Keduanya sempat berbincang santai yang diselingi tawa Megawati.

Momen kebersamaan itu berlanjut saat para tokoh masuk ke dalam Gedung Pancasila. Prabowo terlihat berbincang dengan Jusuf Kalla di dekat pintu masuk, lalu menoleh ke arah Ma’ruf Amin yang berada di belakang. Di waktu yang sama, Megawati juga masih berada di sekitar rombongan dan ikut dalam suasana perbincangan yang berlangsung santai.

Setelah itu, Prabowo memanggil Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk bergabung. Sejumlah tokoh lain, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani, juga terlihat berada di lokasi saat obrolan berlangsung.

Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika Prabowo mempersilakan Megawati berjalan lebih dulu. Megawati sempat membalas dengan mempersilakan Prabowo. Namun Prabowo kembali memberi jalan sambil menggandeng tangan Megawati. Gestur itu disambut senyum dan tawa Megawati di tengah suasana hangat usai peringatan Hari Lahir Pancasila.

Prabowo Tegaskan Pegangan Kokoh RI di Tengah Konflik Geopolitik: Pancasila

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Pancasila menjadi pegangan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

“Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” kata Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).

Prabowo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai warisan sejarah atau sekadar slogan yang diucapkan dalam upacara-upacara resmi.

“Saudara-saudara, Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ujarnya saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).

Prabowo: Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Sebuah Konsensus Agung

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia, bukan muncul secara tiba-tiba tanpa landasan yang kuat.

“Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. 81 tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” kata Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).

Menurut Prabowo, keberadaan Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa, dan budaya.

“Pancasila lahir bukan dari ruang kosong. Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri. Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujarnya saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).

Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Sama Kita kalau Rakyat Kesulitan-Kelaparan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan tidak akan ada bangsa yang kasihan kepada Indonesia jika rakyat mengalami kesulitan dan kelaparan.

“Sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita, kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain kekuatan lain yang akan kasihan dan membantu kita,” ujar Prabowo dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Senin (1/6).

Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tetapi mengorbankan anak dan cucu.

“Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat,” imbuh Prabowo dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Senin (1/6).

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.