Kotabaru — KALSELBABUSALAM.COM Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kotabaru kembali melaksanakan Pembinaan Talenta Qari/Qariah Tahap 2 Tahun 2026. Kegiatan yang dibuka pada Sabtu (15/8/2026) bertempat di Gedung LPTQ Kabupaten Kotabaru tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan prestasi kafilah Kotabaru menghadapi berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Pembinaan tahap kedua dijadwalkan berlangsung mulai 15 Agustus hingga 6 September 2026. Pelaksanaannya melibatkan para pelatih dan guru yang akan memberikan pembinaan secara intensif kepada para peserta, dengan jadwal yang menyesuaikan situasi dan perkembangan pembinaan.

Ketua Harian sekaligus Koordinator Kegiatan LPTQ Kabupaten Kotabaru, Drs. H. Bahrudin HS., M.AP., mengatakan pembinaan tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya dan menjadi bagian dari tiga tahapan pembinaan yang dilaksanakan LPTQ sepanjang 2026.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis, seperti tilawah dan tartil Al-Qur’an, tetapi juga pada kesiapan mental peserta dalam menghadapi perlombaan.

“Para peserta harus benar-benar memanfaatkan kesempatan pembinaan ini dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya kemampuan teknis yang harus ditingkatkan, tetapi juga mental dan kesiapan menghadapi lomba,” ujarnya.

Ia menilai pembinaan tahap pertama telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi kafilah Kotabaru. Pada ajang sebelumnya, Kotabaru yang semula berada di peringkat 12 mampu meningkat ke peringkat 4, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan pemerintah daerah, yakni masuk delapan besar.

Keberhasilan tersebut, menurut Bahrudin, tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kementerian Agama, LPTQ, para pelatih, guru, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan.

“Kerja sama ini memberikan dampak luar biasa terhadap semangat dan prestasi para peserta. Karena itu, kami berharap pembinaan terus dilakukan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan,” katanya.

Pada tahun ini, Kotabaru juga akan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, tahun ini Kotabaru akan melaksanakan proses seleksi untuk menentukan peserta yang nantinya menjadi perwakilan daerah.

LPTQ Kotabaru menargetkan kafilah daerah mampu menembus tiga besar pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Selain agenda tingkat provinsi, sejumlah peserta Kotabaru juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang tingkat nasional di Semarang pada September 2026. Hal ini menjadi bukti bahwa pembinaan talenta Al-Qur’an di Kotabaru terus diarahkan untuk menghasilkan peserta yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kotabaru, Drs H. Minggu Basuki, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kotabaru, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Talenta Qari/Qariah Tahap 2 Tahun 2026.

Dalam sambutannya, H. Minggu Basuki, M.AP menyampaikan bahwa pembinaan talenta qari dan qariah merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam pengembangan pembelajaran dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus upaya meningkatkan prestasi daerah di bidang keagamaan.

Ia mengatakan, capaian prestasi yang telah diraih Kotabaru menjadi modal penting yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan kesinambungan pembinaan serta kolaborasi antara pemerintah daerah, LPTQ, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, para pelatih, dan pendamping.

Menurutnya, peningkatan prestasi tidak cukup hanya dengan mempertahankan pola pembinaan yang sudah berjalan, tetapi juga perlu melakukan evaluasi dan menyesuaikan pembinaan dengan standar penilaian pada tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau kita ingin menjadi yang terbaik di tingkat provinsi, kita harus mengetahui ukuran dan standar penilaian. Begitu juga kalau kita ingin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, kita harus mengetahui standar penilaiannya,” ujarnya.

H. Minggu Basuki menilai kegiatan pembinaan yang menghadirkan pelatih berpengalaman menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan pembekalan kepada peserta maupun para pelatih. Dengan demikian, kemampuan teknis dan pemahaman terhadap standar penilaian dapat terus ditingkatkan.

Ia juga mendorong agar pembekalan tidak hanya diberikan kepada peserta, tetapi juga dapat dilakukan bagi para pelatih dan pendamping. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembinaan secara berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi dan sinergi yang kita lakukan, kita berharap prestasi yang sudah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

H. Minggu Basuki juga memberikan dukungan terhadap target LPTQ Kabupaten Kotabaru untuk menembus tiga besar pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Hulu Sungai Utara.

Ia berharap seluruh peserta, pelatih, pengurus LPTQ, serta pihak terkait dapat menjalankan proses pembinaan dengan sungguh-sungguh sehingga target prestasi tersebut dapat diwujudkan.

“Kita berharap pembinaan ini memberikan hasil yang berkualitas dan melahirkan qari dan qariah yang mampu membawa nama baik Kabupaten Kotabaru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru, Dr. H. Nurzazin, M.A., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan talenta yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menilai perkembangan peserta di berbagai cabang harus terus didorong agar potensi yang dimiliki tidak hanya terfokus pada satu cabang perlombaan.

“Di tangan saudara-saudara semuanya terdapat harapan agar Kotabaru dapat meraih prestasi di Amuntai, bahkan juara umum. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung dan membantu proses pembinaan talenta ini,” ujarnya.

Nurzazin juga menegaskan pentingnya proses seleksi yang terukur. Hasil pembinaan dan seleksi nantinya akan menjadi dasar penetapan peserta yang akan mewakili Kabupaten Kotabaru.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kementerian Agama, LPTQ, pelatih, guru, dan seluruh pihak dapat terus diperkuat sehingga prestasi Kotabaru di bidang tilawatil Qur’an semakin meningkat.

Melalui pembinaan tahap kedua ini, LPTQ Kabupaten Kotabaru berharap lahir qari dan qariah berkualitas, berprestasi, serta memiliki mental yang kuat untuk membawa nama baik daerah pada tingkat provinsi maupun nasional.

Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.