BANJARMASINKALSELBABUSALAM.COM

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggandeng pengemudi ojek online (ojol) untuk memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam pertemuan dengan ratusan driver ojol di Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2026, polisi juga membawa informasi peluang kerja sebagai pengemudi profesional di Jepang.

Polda Kalsel menyiapkan sekitar 500 paket sembako yang dibagikan kepada para pengemudi ojol. Kegiatan bakti sosial yang diinisiasi Polresta Banjarmasin itu disebut sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi atas peran para driver dalam membantu menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Selatan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menilai pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung situasi keamanan di Banua.

“Dari kegiatan bakti sosial hari ini pihaknya menyiapkan kurang lebih 500 paket sembako untuk driver online yang ada di Banjarmasin. Tujuannya, untuk silaturahmi, kebersamaan, dan bentuk apresiasi kami kepada para driver online yang selama ini membantu kami menjaga situasi kamtibmas di wilayah Banua,” kata Nur Khamid, menyampaikan pernyataan Kapolda.

Di tengah kegiatan tersebut, Polda Kalsel turut menyampaikan peluang kerja di Jepang yang dinilai dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Peluang itu muncul setelah Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalsel bersama Korlantas Polri melakukan studi banding ke Jepang beberapa waktu lalu. Studi banding tersebut berkaitan dengan pengembangan Safety Driving Center (SDC) di wilayah Kalimantan Selatan.

Dari hasil komunikasi dalam kunjungan itu, kata Kapolda, Jepang disebut tengah membutuhkan tenaga pengemudi dalam jumlah besar. Informasi awal yang diterima Polda Kalsel menyebut kebutuhan sekitar 2.000 pengemudi. Namun, informasi terbaru yang diterima menyatakan kebutuhan tersebut berkembang hingga sekitar 1 juta pengemudi.

“Beberapa waktu lalu Pak Dirlantas melaksanakan studi banding ke Jepang dalam rangka pengembangan SDC (Safety Driving Center) di wilayah kita bersama Korlantas Polri. Dari informasi terbaru, Jepang membutuhkan kurang lebih 1 juta driver. Ini sudah saya informasikan ke Pak Gubernur dan Pemprov agar peluang ini bisa kita manfaatkan untuk masyarakat Banua, sehingga dampak PHK dari beberapa perusahaan bisa kita salurkan dan minimalisir,” kata Kapolda.

Menurut dia, peluang tersebut perlu disiapkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Selatan, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat PHK. Selain membuka alternatif pekerjaan, kesempatan tersebut diharapkan ikut menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, proses penempatan tenaga kerja ke Jepang belum dapat dilakukan secara langsung. Mekanisme dan regulasi pemberangkatan, menurut Kapolda, masih akan diatur secara teknis oleh Mabes Polri melalui Korlantas Polri dengan berkoordinasi bersama Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Polda Kalsel berharap informasi kebutuhan tenaga pengemudi tersebut dapat ditindaklanjuti secara tepat sehingga peluang kerja di Jepang benar-benar dapat diakses masyarakat Banua sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, pemberian bantuan sembako kepada driver ojol menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga komunikasi dengan kelompok masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di ruang publik. Bagi Polda Kalsel, para pengemudi ojol tidak hanya menjadi penerima manfaat bantuan sosial, tetapi juga mitra yang dinilai memiliki peran dalam membantu menjaga kamtibmas di lingkungan tempat mereka bekerja.