PARINGIN, KalselBabusalam.com —

Laju sepeda motor di fajar buta itu berakhir tragis. RS, seorang pelajar di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, tewas seketika usai sepeda motor yang dikendarainya hilang kendali dan menghantam pohon di pinggir jalan umum Jurusan Batumandi–Paringin, Desa Banua Hanyar, Kecamatan Batumandi, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Insiden laka tunggal ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang hendak pergi ke kebun. Saat melintas, warga mendapati tubuh korban beserta sepeda motornya tergeletak di luar badan jalan. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Balangan AKP AW Djati, mewakili Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Suhatono, membenarkan peristiwa fatal tersebut. Ia mengungkapkan, korban kala itu tengah melintas sendirian dari arah Batumandi menuju Paringin.

“Diduga pengendara kehilangan kendali saat memasuki tikungan di lokasi kejadian, sehingga keluar badan jalan dan menabrak pohon,” ujar AKP AW Djati saat memberikan keterangan resmi.

Benturan keras itu menyebabkan korban menderita luka berat di bagian kepala dan wajah, disertai pendarahan hebat dari hidung. Nyawa RS tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat dievakuasi ke RSUD Datu Kandang Haji Balangan.

Tak lama setelah menerima laporan, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Balangan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menggali keterangan dari para saksi mata.

AKP AW Djati menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden ini murni merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal tanpa keterlibatan kendaraan lain maupun indikasi tindak pidana.

“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur kriminal dalam peristiwa ini. Kecelakaan murni terjadi akibat hilang kendali kendaraan,” tegasnya.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tunggal ini diperkirakan menimbulkan kerugian materiil berupa kerusakan kendaraan sekitar Rp2.000.000. Polisi mengimbau para pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur bertikungan pada kondisi minim cahaya di pagi hari.