
Selama periode Natal dan tahun baru atau Nataru, PT Hutama Marga Waskita mencatat ruas Tol Kualatanjung-Tebingtinggi-Parapat (Kutepat) Seksi 4 Dolokmerawan-Pematangsiantar segmen Sinaksak-Simpangpanei sepanjang 12,55 kilometer dilintasi 88.867 kendaraan. Ruas tol ini dibuka secara fungsional pada 16 Desember sampai 4 Januari 2026.
Beroperasi 20 hari untuk mendukung arus mudik dan arus balik, layanan fungsional ditutup kembali pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB. Selama masa operasional, ruas Sinaksak-Simpangpanei beroperasi dengan lancar dan aman. Lalu lintas didominasi kendaraan golongan satu atau kendaraan pribadi.
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita Dindin Solakhuddin mengatakan, antusiasme para pengguna jalan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur jalan tol. “Ini salah satu pelayanan yang kami berikan pada momen penting saat ini. Kehadiran tol memudahkan mobilitas, meningkatkan kenyamanan perjalanan serta memangkas waktu tempuh secara signifikan,” kata Dindin dalam keterangan tertulis di Medan, Selasa, 6 Januari 2026.
Puncak arus mudik periode libur Nataru terjadi pada 21 Desember dengan volume lalu lintas mencapai 25.590 kendaraan. Puncak arus balik terjadi pada 4 Januari dengan jumlah kendaraan yang melintas 40.815. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang terlayani melalui ruas tol Kutepat.
Selain layanan ruas fungsional, Rest Area KM 99 di ruas Tol Tebingtinggi-Indrapura menjadi salah satu fasilitas yang cukup ramai dikunjungi pengguna jalan. Keberadaan rest area dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat yang nyaman, sekaligus mendukung kebutuhan perjalanan melalui penyediaan fasilitas lengkap dan representatif, memberi nilai tambah bagi pengguna jalan selama melintasi ruas tol.
Dindin mengatakan, Rest Area KM 99 menjadi salah satu daya tarik para pengguna jalan untuk menikmati puluhan kuliner usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan mini galeri budaya Sumatera Utara di Plaza B. Menurutnya, sejak mulai dioperasikan pada 19 Desember 2025, ada 22 ribu kendaraan yang singgah dengan puncak kunjungan pada 2 Januari lalu.
“Tingginya angka kunjungan mencerminkan respon positif masyarakat terhadap kehadiran Rest Area KM 99 sebagai fasilitas penunjang perjalanan yang tidak hanya memberi kenyamanan untuk beristirahat, juga menghadirkan pengalaman singgah yang aman dan berkesan bagi pengguna jalan,” ucapnya.
Mini galeri budaya menjadi ruang edukasi yang mengenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Sumut sehingga pengguna jalan mengetahui warisan budaya daerah selama singgah. Dindin mengapresiasi para pemangku kepentingan yang menghadirkan layanan jalan tol andal, di antaranya Dirlantas Polda Sumut dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Saat ini, ruas Tol Sinaksak-Simpang Panei masih menjalani penyempurnaan aspek keselamatan dan standar pelayanan sebelum dioperasikan penuh. Hamawas menargetkan ruas tersebut beroperasi penuh pada masa libur Lebaran nanti. Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, Hutama Marga Waskita bersiaga 24 jam dan melakukan Operasi Microsleep, yakni imbauan kepada pengguna jalan yang terindikasi mengantuk agar beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan.
Pilihan Editor: Apa Dampak Konflik Amerika-Venezuela bagi Ekonomi Indonesia










