
KalselBabusalam.com – Tim Nasional Indonesia kini memikul beban target yang cukup berat dalam ajang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas menyatakan bahwa skuad Garuda memiliki kewajiban mutlak untuk menembus putaran final demi menjaga kehormatan dan martabat bangsa.
“Pak Ketum sudah menyampaikan berkali-kali agar semua yang ada di tim berjuang sekeras mungkin. Ini menyangkut martabat bangsa, jadi tidak ada pilihan selain lolos,” ujar Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, dilansir dari ANTARA, Kamis (2/10). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen tinggi yang diharapkan dari setiap anggota tim untuk mencapai tujuan krusial tersebut.
Namun, di tengah persiapan intensif untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia justru dihadapkan pada persoalan serius terkait penunjukan wasit untuk laga tandang melawan tuan rumah Arab Saudi. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) langsung mengajukan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah mengetahui bahwa pertandingan krusial itu dijadwalkan dipimpin oleh wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, yang dianggap berasal dari zona yang sama dengan salah satu tim peserta.
“Hingga saat ini belum ada jawaban atas keberatan kami. Kami berharap wasit diganti dengan yang benar-benar netral, mungkin dari Eropa,” tegas Sumardji, menyuarakan harapan agar integritas pertandingan tetap terjaga. Penolakan terhadap wasit dari zona yang sama menunjukkan keseriusan PSSI dalam memastikan keadilan di lapangan.
Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting di Grup B yang sarat tekanan. Pertama, mereka akan menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10) WIB, disusul dengan pertemuan melawan Irak pada Minggu (12/10). Persaingan di grup ini diprediksi sangat ketat dan menuntut performa terbaik dari Skuad Garuda. Hanya juara grup yang berhak melaju otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026, sementara peringkat kedua harus berjuang melalui babak playoff antarbenua. Adapun tim yang menempati posisi ketiga dipastikan akan tersingkir dari persaingan menuju ajang sepak bola tertinggi dunia. (ant)










