MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target transaksi selama program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Lebaran 2026 sebesar Rp 53 triliun. Jumlah tersebut naik 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Program Belanja di Indonesia Aja berlangsung pada 6-30 Maret 2026. Masyarakat didorong untuk berbelanja di dalam negeri, khususnya pusat perbelanjaan untuk mendukung produk lokal maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BINA Lebaran 2026 menawarkan diskon 70-80 persen untuk produk fesyen, gaya hidup, dan kebutuhan Lebaran di berbagai mal. Selain itu berbagai pusat perbelanjaan mengadakan Midnight Sale untuk mendongkrak penjualan.

“Kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I,” ujar Airlangga.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 mencapai 5,5 persen, lebih tinggi daripada kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen. Tahun lalu, terjadi deflasi karena memberikan subsidi kendaraan listrik sebesar 50 persen.

Meski demikian, sekarang ada tantangan gejolak geopolitik di Timur Tengah, yaitu perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Waktu konflik yang belum dapat ditentukan berakhirnya membuat ketidakpastian begitu tinggi di segala hal.

“Berdasarkan dengan berbagai pengalaman yang lalu, tentu pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang cepat,” tutur Airlangga.

Berdasarkan catatan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), BINA Lebaran 2026 diikuti oleh 800 merek dan 80 ribu toko di berbagai sektor. Sedangakan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan sebanyak 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia terlibat dalam program tersebut.

Pilihan Editor: Seberapa Besar THR ASN Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.