kalselbabusalam.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan rebound hingga akhir perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.476 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,3% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada Rp 17.529 per dolar AS. 

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah kali ini didorong oleh munculnya ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan pada pekan depan.

“Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh munculnya ekspektasi bahwa BI akan menaikkan tingkat suku bunga minggu depan,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (13/5/2026).

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 17.333 Per Dolar AS Hari Ini (7/5) Saat Harga Minyak Turun

Selain itu, langkah pemerintah dan intervensi BI di pasar valas dinilai turut menopang pergerakan rupiah setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar.

Menurut Lukman, sentimen kenaikan suku bunga akan menjadi faktor penting yang dapat menopang stabilitas rupiah ke depan. Meski demikian, hingga saat ini wacana tersebut masih sebatas ekspektasi pasar dan belum menjadi keputusan resmi.

Untuk perdagangan Senin (18/5), Lukman menilai pasar akan mencermati sejumlah sentimen eksternal, terutama rilis data Producer Price Index (PPI) atau indeks harga produsen Amerika Serikat (AS).

Rupiah Spot Melemah 0,21% ke Rp 17.369 per Dolar AS pada Jumat (8/5) Pagi

Selain itu, perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran serta agenda kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.

Lukman memperkirakan rupiah pada perdagangan Senin (18/5) akan bergerak di kisaran Rp 17.425 hingga Rp 17.525 per dolar AS.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.