
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui penandatanganan kontrak kerja sama Wilayah Kerja (WK) Lavender. Kontrak strategis ini memiliki nilai komitmen awal sebesar US$2,8 juta, atau setara dengan sekitar Rp 48 miliar, yang akan dialokasikan untuk fase awal eksplorasi. Langkah ini menegaskan keseriusan PHE dalam menemukan cadangan migas baru di Indonesia.
Penandatanganan kontrak penting ini melibatkan PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender selaku anak usaha PHE dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Direktur Utama PHE Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, menjelaskan bahwa WK Lavender mencakup area daratan dan lepas pantai di Sulawesi Selatan, serta bagian lepas pantai Sulawesi Tenggara. Lokasi ini dinilai memiliki potensi menjanjikan untuk pengembangan migas di masa depan.
Ruby Mulyawan menambahkan bahwa blok migas ini ditawarkan oleh pemerintah melalui mekanisme Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025. Bagi PHE, penempatan WK Lavender merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio eksplorasi, memastikan kesinambungan pasokan energi. Informasi ini dilansir dari keterangan tertulis pada Jumat, 17 April 2026.
Sebagai operator tunggal, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender akan mengelola WK Lavender yang membentang seluas 8.206,95 kilometer persegi. Pengelolaan ini akan dilakukan di bawah skema cost recovery, dengan durasi kontrak yang ambisius selama 30 tahun, memberikan kepastian jangka panjang untuk kegiatan eksplorasi dan produksi.
Dalam tiga tahun pertama masa kontrak, perusahaan akan mengintensifkan kegiatan eksplorasi. Program ini mencakup studi geologi dan geofisika yang komprehensif, akuisi seismik 2D sepanjang 100 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 200 kilometer persegi. Tahapan awal ini krusial untuk memetakan potensi sumber daya migas secara lebih detail dan akurat.
Sebelum penandatanganan, PHE telah menunjukkan ketaatan finansialnya dengan memenuhi seluruh kewajiban, termasuk pembayaran bonus tanda tangan sebesar US$200.000 dan penyerahan jaminan pelaksanaan kepada pemerintah melalui SKK Migas. Lebih dari itu, PHE menegaskan komitmennya untuk mendorong investasi hulu migas dengan menjunjung tinggi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perusahaan juga menerapkan sistem manajemen anti-penyuapan berstandar ISO 37001:2016, sebagai bagian dari upaya menjaga integritas bisnis dan mewujudkan visi sebagai perusahaan migas kelas dunia.
Konsistensi PHE dalam mengembangkan sektor hulu migas terlihat dari rekam jejaknya. Dalam tiga tahun terakhir, anak usaha PHE berhasil mengamankan enam wilayah kerja baru. Dengan target ambisius, PHE berupaya menemukan cadangan minyak dan gas baru secara berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya untuk menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga untuk secara signifikan mendukung peningkatan investasi di sektor hulu migas, demi kemandirian energi Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sektor energi dapat diakses melalui KalselBabusalam.com.










