kalselbabusalam.com JAKARTA – Emiten komponen otomotif besutan konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp70 per saham. Keputusan itu diambil setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (17/4/2026). 

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso, menerangkan dividen yang bakal dibagikan DRMA kepada pemegang saham mencerminkan sekitar 50% dari total keuntungan perseroan sepanjang tahun lalu.

”Sehingga dividen per saham adalah Rp70 per lembar saham. Tentunya ada peningkatan karena tahun 2024 kita membagikan Rp43 per lembar saham,” katanya dalam Konferensi Pers DRMA, Jumat (17/4/2026).

Realisasi pembagian dividen ini menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir. Pada tahun buku 2024, DRMA membagikan dividen senilai Rp202 miliar atau sekitar 43 per saham. Sementara pada tahun buku 2023, DRMA membagikan dividen senilai Rp36,4 per saham.

: Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Produksi Komponen EV saat Harga Minyak Memanas

Sebelumnya, DRMA juga membagikan dividen tunai tahun buku 2022 senilai Rp98,54 miliar. Keputusan ini didasari oleh kesepakatan pemegang saham dalam RUPS tahunan 6 April 2023. 

Pada tahun buku tersebut, dividen tunai per saham yang disepakati senilai Rp20,94 per saham dengan dividend payout ratio sebesar 25%.  Adapun dasar pembagian dividen saat itu adalah laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp394,16 miliar.

Sementara pada tahun buku 2021, DRMA juga menetapkan pembagian dividen tunai sebanyak Rp120 miliar atau sekitar 40% dari laba bersih tahun 2021 sebesar Rp301 miliar.

”Profit kita tahun lalu sebesar Rp652 miliar dan kita akan membagikan dividen totalnya sebesar 50% dari keuntungan kita pada tahun lalu [2025],” tegas Irianto.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada Desember 2025, laba bersih DRMA naik 12,6% menjadi Rp652,6 miliar dibandingkan dengan pencapaian laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2024 senilai Rp579,3 miliar.

Dengan kata lain, dividen total DRMA pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp326,3 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, penjualan bersih DRMA naik 7,8% dari Rp5,507 triliun pada 2024 dibandingkan dengan pada Rp5,93 triliun.

Beban pokok penjualan juga tercatat naik 6,6% secara tahunan dari Rp4,504 triliun pada 2024 menjadi Rp4,86 triliun pada 2025.

Dari sisi aset, DRMA mencatat total aset Rp4,2 triliun pada 2025 dibandingkan dengan pada 2024 senilai Rp3,8 triliun. Total liabilitas dan ekuitas menjadi Rp4,28 triliun pada 2025 dibandingkan dengan pada 2024 Rp3,84 triliun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.