KalselBabusalam.com – KAI Commuter melaporkan adanya penurunan signifikan jumlah penumpang Commuter Line Jabodetabek pada Senin, 16 Maret 2026. Tercatat 323.455 pengguna, angka ini 29 persen lebih rendah dibandingkan hari Senin normal sebelumnya. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang libur Idulfitri. Pernyataan tersebut disampaikan Karina dalam keterangan tertulis yang dirilis pada tanggal yang sama.

Meskipun terjadi penurunan, beberapa stasiun tetap menunjukkan aktivitas yang cukup padat. Stasiun Bogor memimpin dengan lebih dari 22 ribu penumpang yang naik Commuter Line Jabodetabek. Diikuti oleh Stasiun Citayam dengan 18.385 orang, Stasiun Bekasi 18.143 orang, Stasiun Sudimara 10.282 orang, dan Stasiun Tangerang 10.175 orang. Angka-angka ini menegaskan bahwa mobilitas menggunakan layanan kereta komuter masih menjadi pilihan utama bagi banyak warga.

Dalam periode 25 hari puasa Ramadan, terhitung mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026, KAI Commuter melayani total 24.222.911 pengguna Commuter Line Jabodetabek. Mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama masa angkutan Lebaran 2026, Karina Amanda menegaskan bahwa KAI Commuter akan tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek dan 70 perjalanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Untuk layanan Commuter Line Merak, terdapat penyesuaian operasional. Sepanjang periode 13 hingga 20 Maret 2026, perjalanan hanya akan melayani sampai Stasiun Cilegon. Karina Amanda menambahkan bahwa bagi para pengguna yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Krenceng dan Stasiun Merak, KAI Commuter akan menyediakan angkutan lanjutan dari Stasiun Cilegon, memastikan konektivitas tetap terjaga.

Data selama puasa Ramadan juga menunjukkan aktivitas tinggi pada jalur lain. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 162.393 pengguna, sementara Commuter Line Merak mencatat 252.501 pengguna. Di Ibu Kota, tiga stasiun utama menjadi titik transit vital dengan rata-rata volume harian yang signifikan: Stasiun Manggarai melayani 150 ribu orang, Stasiun Tanah Abang 136 ribu orang, dan Stasiun Duri sekitar 80 ribu orang.

Stasiun-stasiun yang terintegrasi juga menunjukkan peran penting dalam mobilitas komuter. Stasiun Rangkasbitung, sebagai titik hub untuk Commuter Line Merak, mencatat 300.874 penumpang yang turun dari Commuter Line Jabodetabek. Demikian pula, Stasiun Cikarang yang terintegrasi dengan Commuter Line Walahar menuju Purwakarta, melayani 489.597 penumpang yang turun, menunjukkan konektivitas yang luas.

Selanjutnya, interkoneksi dengan moda transportasi lain turut berkontribusi pada tingginya angka penumpang. Stasiun Sudirman dan Stasiun Cawang, yang terintegrasi dengan layanan LRT Jabodebek, mencatat masing-masing 934.216 dan 616.291 pengguna yang turun. Angka-angka ini menggambarkan sinergi efektif antara berbagai layanan transportasi publik di wilayah Jabodetabek.

Menutup laporannya, Karina Amanda dari KAI Commuter kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan ketertiban. “KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk senantiasa mengikuti aturan perjalanan, menjaga dan mengawasi anak-anak, mematuhi arahan petugas, serta selalu waspada demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.