KOTABARU — KALSELBABUSALAM.COM
Ribuan warga memadati kawasan Siring Laut pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Kehadiran massa ini untuk menyaksikan penutupan Expo Saijaan 2026, yang sekaligus menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76. Kemeriahan memuncak saat “Raja Dangdut” Rhoma Irama naik ke panggung, menutup seluruh rangkaian acara dengan megah.
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang hadir mewakili Bupati, menegaskan bahwa ekshibisi tahunan ini bukan sekadar panggung hiburan. Perhelatan ini merupakan motor penggerak ekonomi hilir bagi masyarakat pasca-pandemi dan tantangan ekonomi global.
“Partisipasi yang luar biasa dari masyarakat maupun peserta expo menunjukkan optimisme bersama terhadap kemajuan daerah. Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi yang efektif bagi produk dan potensi lokal Kabupaten Kotabaru,” ujar Syairi dalam sambutan resminya, Sabtu (6/6).
Syairi menambahkan, tingginya keterlibatan publik menjadi indikator kuat bahwa geliat ekonomi lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menunjukkan tren positif sepanjang pameran berlangsung.
Selain perputaran roda ekonomi, malam puncak ini menjadi etalase keberagaman sosiologis Bumi Saijaan. Panggung utama diisi oleh parade seni budaya yang merepresentasikan harmonisasi suku Banjar, Bajau, Dayak, hingga Bugis yang hidup berdampingan di Kotabaru.
Acara yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, serta kepala SKPD ini turut mengumumkan jawara stan pameran terbaik yang dinilai berdasarkan inovasi pelayanan dan visualisasi program kerja:
Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah sponsor dan pelaku usaha swasta yang menyokong pembiayaan festival tahunan ini.
Peringatan hari jadi ke-76 ini dinilai strategis bagi birokrasi Kotabaru. Di luar selebrasi, pameran ini menjadi instrumen evaluasi publik terhadap capaian pembangunan yang dilakukan oleh jajaran SKPD.
Setelah Wakil Bupati mengetuk palu tanda penutupan resmi Expo Saijaan 2026, dentum musik dari sang Raja Dangdut langsung mengambil alih atmosfer Siring Laut. Bagi Pemkab Kotabaru, momentum ini menjadi titik pijak untuk memperkuat proyeksi daerah yang bertumpu pada kemandirian ekonomi, pariwisata maritim, dan penguatan daya saing daerah di masa depan.(*)




