KETUA UMUM PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan memberikan pidato kunci atau keynote speech pada seminar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, Megawati akan menyampaikan pidato pukul 13.30 WIB.

“Beliau akan menyampaikan sebagai keynote speaker pada sekitar jam 13.30 WIB nanti,” kata Hasto saat memberikan sambutan seminar berjudul ‘Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’.

Dalam rilisnya, peringatan ini digelar DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk refleksi terhadap semangat Dasasila Bandung dan penguatan solidaritas antara bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam menghadapi tantangan geopolitik global di masa kini.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB, Megawati tiba di Sekolah Partai dengan didampingi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bintang Puspayoga. Kedatangan Presiden ke-5 Republik Indonesia ini disambut langsung oleh Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuanyan Ahmad Basarah dan Wasekjen PDI Perjuangam Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

Dalam seminar ini, Ahmad Basarah sebelumnya menilai kolonialisme belum berakhir. Kolonialisme bertransformasi menjadi neokolonialisme dalam bentuk dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik. Bagi dia, situasi itu jauh dengan keinginan Dasasila Bandung 1955 yaitu perdamaian dunia.

“Dunia masih jauh dari cita-cita keadilan yang diperjuangkan dalam semangat Bandung,” kata dia saat memberikan pidato dalam seminar Peringatan 71 KAA dengan tema ‘Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’ di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Ahmad berkata KAA 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan dari pemerintah mantan Presiden Soekarno. Digelarnya KAA menunjukkan bangsa Asia dan Afrika memiliki hak menentukan masa depan sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis.

Soekarno, kata Ahmad, menyatakan kemerdekaan dan perdamaian adalah dua hal tak terpisahkan. Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan, “Tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya,” kata dia.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang). Acara ini juga dihadiri anggota DPR Fraksi PDIP dan sejumlah aktivis, antara lain Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Pilihan Editor: Indonesia dan Palestina: Lupa? Ingkar? Khianat?

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.