KEMENTERIAN Pariwisata menargetkan kunjungan turis asing mencapai 16-17 juta pada tahun 2025. Kemudian pada wisatawan nusantara diperkirakan bisa mencapai 1,1 miliar perjalanan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, kinerja sektor pariwisata pada tahun lalu terus tumbuh dengan kenaikan jumlah wisatawan di atas 10 persen.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat,” katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 1 Januari 2026.

Selama periode Januari sampai Oktober 2025, Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12,75 juta. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, wisawatan mancanegara mengalami kenaikan 10,3 persen yang berjumlah 11.565.891 kunjungan.

Kemudian perjalanan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 997,4 juta perjalanan selama Januari hingga Oktober 2025. Angkanya naik 18,8 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2024 berjumlah 839.930.141.

“Melihat tren positif ini, kami optimistis pada tahun 2026 pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, akan terus meningkat,” ucap Ni Luh.

Kemenpar terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting. Selain keindahan alam, pariwisata Indonesia diperkuat melalui gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, serta wellness tourism.

Maka dari itu, kualitas pelayanan pariwisata akan terus ditingkatkan secara menyeluruh. “Agar mereka merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia,” tutur Ni Luh.

Dari sisi penerbangan, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan terdapat pergerakan 7,8 juta penumpang selama periode 15-30 Desember 2025. Jumlah tersebut akumulasi dari jaringan bandara yang dikelola oleh InJourney.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, kata Syahir, jumlah penumpang mencapai 2,7–3 juta dalam periode tersebut. Angkanya naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

InJourney menganggap bandara tidak hanya sekadar pintur keberangkatan dan kedatangan, namun bagian penting dari ekosistem pariwisata. Peningkatan layanan dan pengalaman penumpang akan terus ditingkatkan.

Pilihan Editor: Mengapa Buruh Menolak Upah Minimum 2026

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.