Banjarmasin – KALSELBABUSALAM.COM
Ketua DPD Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan, Advokat H. Rachmad Fadillah, S.H., berharap Presiden Prabowo Subianto untuk segera menaikkan gaji panitera pengganti di seluruh tingkatan pengadilan. Usulan ini disampaikan dalam peringatan HUT ke-1 DePA-RI pada sabtu (9/8) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Menurut Rachmad, ada dua alasan utama mengapa penyesuaian gaji perlu dilakukan. Pertama, Presiden Prabowo telah memutuskan kenaikan gaji hakim sebesar 280 persen pada Juni 2025, pasca aksi “cuti bersama” hakim di seluruh Indonesia pada Oktober tahun lalu. “Kalau gaji hakim dinaikkan, sudah selayaknya panitera pengganti juga mendapat penyesuaian,” ujarnya.
Rachmad menekankan, beban kerja panitera pengganti sangat berat. Meski jadwal sidang ditetapkan hakim, teknis persidangan diatur oleh panitera pengganti. Mereka bertanggung jawab atas administrasi, berkas perkara, hingga pencatatan jalannya sidang. “Satu kata yang salah dalam berita acara bisa berdampak fatal bagi masa depan terdakwa dan para pihak,” tegasnya.
Kekurangan jumlah panitera pengganti di banyak pengadilan, ditambah sidang beruntun, membuat beban kerja kian menumpuk. Kondisi ini, kata Rachmad, berpotensi mengganggu konsentrasi aparat peradilan dalam memberikan pelayanan hukum.
Alasan kedua, lanjutnya, pengadilan adalah garda terakhir bagi para pencari keadilan. Ia mengingatkan, konstitusi menegaskan Indonesia adalah negara hukum, yang hanya dapat dijalankan dengan menciptakan kepastian hukum berkeadilan sebagaimana amanat Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.
“Hakim dan panitera pengganti ibarat satu tubuh yang harus seirama. Keduanya bagian penting dari organ pengadilan, bersama jaksa dan pengacara, untuk menegakkan kepastian hukum yang adil,” tutur Rachmad.
Rachmad mengapresiasi rencana Presiden menaikkan gaji hakim, namun ia menegaskan kebijakan itu harus diikuti peningkatan kesejahteraan panitera pengganti. “Yang lebih penting, Presiden harus memastikan lembaga peradilan benar-benar menjadi tumpuan harapan para pencari keadilan yang bebas, mandiri, dan merdeka,” katanya menutup.(tim)











