
AKTIVIS kemanusiaan, Hendro Prasetyo menceritakan detik-detik kapal militer Israel mengintersepsi puluhan kapal Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania pada pertengahan Mei 2026. Adapun Hendro bersama satu warga negara Indonesia lainnya, Asad Aras, di kapal Kasri Sadabad.
Pilihan Editor: Asal-usul Teddy Indra Wijaya Menjadi Ajudan Andalan Prabowo
Kapal yang dinaiki Hendro dan Aras diintersepsi oleh Israel pada Rabu, 20 Mei 2026. Hendro bercerita sebelum rombongan militer Israel menangkap para relawan Global Sumud Flotilla tanpa prosedur, terlihat drone terbang rendah di dekat kapal.
Ketika drone makin mendekat dengan bodi kapal, seluruh akses kapal diberhentikan oleh kru. Para penumpang, kata dia, juga langsung memakai jaket pengaman.
“Alat komunikasi kami buang (ke laut), harus kami buang karena khawatir akan dimanfaatkan Israel dan segala informasinya tersebar,” kata dia ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Ahad, 24 Mei 2026.
Tak berselang lama, sekoci yang dinaiki militer Israel mendekat ke kapal para relawan Global Sumud Flotilla. Mereka kemudian dibawa secara paksa oleh tentara Israel ke kapal utama, tempat ratusan aktivis Global Sumud Flotilla ditahan.
“Seluruhnya dimasukkan ke dalam kontainer di dua kapal. Jadi total ada dua kapal besar dengan empat kontainer,” ucap Hendro.
Dia bercerita selama diculik dan ditahan di kontainter mendapat berbagai bentuk penyiksaan. Mulai dari dipukul, ditendang, hingga disetrum. Hendro mengatakan penyiksaan itu dilakukan Israel terhadap seluruh aktivis Global Sumud Flotilla.
“Semua orang mengalami tindak kekerasan, baik anak muda ataupun bapak-bapak dan perempuan,” ucapnya.
Dia mengatakan bentuk kekerasan yang dialami tak hanya fisik. MIliter Israel, ujar dia, juga melakukan kekerasan dari segi mental.
“Mereka (Israel) menggunakan bom yang diledakkan ke arah kontainer untuk mengganggu kami,” katanya. Dia melanjutkan suara ledakan itu terus terdengar di pagi dan malam hari.
Adapun seluruh warga negara Indonesia yang diculik Israel telah dipulangkan ke Indonesia pada Ahad sore, 24 Mei 2026. Mereka sebelumnya diterbangkan ke Istanbul, Turki untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pulang ke Tanah Air.










